Rabu, 30 November 2022
06 Jumadil Awwal 1444

Kejagung Bimbang Tahan Putri Candrawathi, Ungkap Alasan Subjektif

Rabu, 28 Sep 2022 - 16:49 WIB
Putri Candrawathi - inilah.com
Putri Candrawathi, tersangka kasus pembunuhan berencana Brigadir J. (Foto : inilah.com/ Ist)

Kejaksaan Agung masih canggung dan sungkan untuk mengambil sikap melakukan penahanan terhadap istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi meski berkas perkaranya lengkap (P21) dan telah memenuhi syarat formil dan materil untuk dilimpahkan ke pengadilan.

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Kejagung, Fadil Zumhana beralasan, Jaksa memiliki pertimbangan objektif dan subjektif untuk menahan Putri Candrawathi. Baginya, sudut pandang objektif telah diizinkan secara aturan perundang-undangan. Namun, Jaksa memiliki pertimbangan subjektif dalam menetapkan pilihan untuk menahan Putri Candrawathi atau tidak.

“Saya belum bersikap. Jaksa punya pertimbangan subjektivitasnya sendiri. Tentang ditahan tidaknya itu tentu ada alasan objektif dan subjektif, itu kewenangan JPU. Bisa bersikap apa di sana, kalau Jaksa mengkhawatirkan yang bersangkutan melarikan diri atau menghilangkan barang bukti atau akan melakukan tindak pidana lainnya, dari segi pasalnya ditahan,” kata Fadil di Gedung Jampidum Kejagung, Rabu (28/9/2022).

Baca juga
UAS Dideportasi, DPR Minta Dubes RI di Singapura Tidak Lepas Tangan

Menurutnya, secara pertimbangan objektif, Putri semestinya ditahan karena sesuai peraturan perundang-undangan, dalam proses penuntutan Jaksa dapat melakukan penahanan terhadap Putri selama 20 hari yang dapat diperpanjang selama 2×30 hari karena tuntutan Pidana di atas 9 tahun.

“Penuntut Umum berwenang melakukan penahanam 20 hari dan bisa diperpanjang 2×30 jadi karena pasal di atas 9 tahun,” sebutnya.

Dia mengatakan, bila dilakukan penahanan, ada tiga kategori tahanan yang memungkinkan dapat dilekatkan pada Putri, yakni tahanan Rutan, Rumah, dan Kota. Untuk itu, ia menyerahkan kewenangan kepada Jaksa untuk mempertimbangkan penahanan terhadap Putri Candrawathi.

“Jadi kita serahkan ke Jaksa dia lebih tahu daripada saya, orang itu subjektivitasnya beda terkait dengan tindakan apa yang diambil dari tersangka itu,” ujar dia.

Baca juga
Berburu Cuan di 10 Saham untuk ‘Trading’ hingga 18 November 2022

Ia mengklaim hanya mengambil langkah untuk berkoordinasi dengan bidang intelijen agar melakukan cegah dan tangkal (cekal) terhadap Putri Candrawathi agar tak melarikan diri ke luar negeri.

“Untuk melarikan diri ke luar negeri JPU yang ditunjuk berkoordinasi dengan intelijen untuk cegah tangkal agar tidak ke luar negeri, JPU mengambil langkah itu antisipasi agar tak ada pelarian ke luar negeri. Pencekalan  terhadap ibu PC akan dilakukan sepanjang itu diperlukan di persidangan,” tuturnya.

Tinggalkan Komentar