Kejagung Bongkar Kerugian Negara Kasus Korupsi Jual Beli Ikan Perum Perindo, Capai Rp181 Miliar

Kejagung Bongkar Kerugian Negara Kasus Korupsi Jual Beli Ikan Perum Perindo, Capai Rp181 Miliar - inilah.com
Kejaksaan Agung (Kejagung)

Usai menetapkan tersangka kasus dugaan korupsi, dalam jual beli, dan tangkap ikan Perum Perindo, kejaksaan Agung (Kejagung) mulai menghitung kerugian negara akibat kasus tersebut.

“Perhitungan sementara itu, (kerugian negaranya) Rp 181,2 miliar. Kasus ini masih terus berkembang, karena sudah dalam penyidikan,” ujar Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Supardi di gedung Pidana Khusus (Pidsus), Kejakgung, Jakarta, Jumat (22/10/2021).

Kerugian negara Rp 181,2 miliar tersebut terkait dengan jual beli ikan tangkapan dimana Perum Perindo menyalurkan modal pada 2017 senilai Rp200 miliar kepada pihak-pihak swasta.

Modal tersebut, untuk ikan tangkap jenis tertentu. Tetapi, dalam penyaluran modal tersebut, dikatakan Supardi, ada sejumlah pihak swasta yang tak sesuai.

Baca juga  Terganjal UU Mustahil TNI-Polri Aktif Plt Kepala Daerah

Bahkan, kata Supardi, ada penerima bantuan modal tersebut, yang tak memiliki izin usaha.”Itu bukan kredit macet. Tapi korupsi, yang modusnya kerja sama jual beli ikan. Kadang ikannya ada kadang ikannya tidak ada,” ujar Supardi.

Ada juga sejumlah penerima modal ikan tangkap, namun tak memiliki surat perjanjian.”Jadi prosesnya itu, ada yang fiktif,” terang Supardi.

Sejauh ini, dari penyidikan sementara kasus Perum Perindo, sudah menetapkan tiga orang tersangka. Yaitu Wenny Prihanti yang ditetapkan sebagai tersangka selaku Vice President Perdagangan, Penangkapan, dan Pengelolaan Perum Perindo. Dua lainnya, yakni pihak swasta Lalam Sarlam yang ditetapkan tersangka, selaku Direktur PT Kemilau Bintang Timur. Satu lagi, yakni Nabil M Basyuni, yang ditetapkan tersangka selaku Direktur Utama (Dirut) PT Prima Pangan Madani.

Baca juga  Alex Noerdin Ditetapkan Sebagai Tersangka

“Tersangka WP ini, tidak sendiri. Ada pihak-pihak lain (di internal Perum Perindo). Juga pihak-pihak swasta lainnya nanti,” terang Supardi. Kata dia, untuk sementara, terhadap tiga tersangka yang sudah ditetapkan tersebut, dijerat dengan Pasal 2 atau Pasal 3 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) 31/1999-20/2001.

Tinggalkan Komentar