Jumat, 01 Juli 2022
02 Dzul Hijjah 1443

Kejagung Periksa Presdir Alfamart Usut Perkara Mafia Migor

Jumat, 20 Mei 2022 - 18:22 WIB
Whatsapp Image 2022 03 30 At 2.31.26 Pm(1) - inilah.com
Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana mengatakan penyidik memeriksa Presdir Alfamart dalam pengusutan perkara mafia minyak goreng. Foto: Antara

Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa Presdir PT Sumber Alfaria Trijaya (Alfamart) Anggara Hans Prawira (AHP) sebagai saksi dalam perkara mafia minyak goreng (migor). Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana menilai pemeriksaan ini penting untuk melengkapi berkas para tersangka.

Sumedana tidak menyebutkan apakah Anggara memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik. Dia hanya menegaskan, penyidik telah menjadwalkan pemeriksaan yang bersangkutan pada Jumat (20/5/2022).

“Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan perkara,” kata Sumedana.

Dia tidak menyebutkan apakah penyidik mengagendakan pemeriksaan saksi lainnya selain dari Alfamart. Namun sehari sebelumnya, penyidik memeriksa tiga orang saksi yang dua diantaranya merupakan anak buah tersangka Lin Che Wei.

Baca juga
11,44 Persen Pegawai Kejaksaan Agung Belum Serahkan Laporan Harta Kekayaan

Saksi-saksi yang dimaksud Abhinaya Putri Pambharu dan Mitchel Wiranegara selaku analis di IRAI milik Lin. Sedangkan saksi lainnya yaitu, Direktur Charoen Pokphand Indonesia berinisial YB.

Secara terpisah, Direktur Penyidikan (Dirdik) Jampidsus Kejagung, Supardi, mengatakan, jaksa melibatkan PPATK dalam mengusut kasus tersebut. Khususnya dalam menelusuri aliran dana kelima tersangka perkara ini.

Menurut Supardi, berdasarkan penelusuran sejauh ini, belum ditemukan adanya aliran dana tersangka ke parpol. “Sampai detik ini tidak ada fakta sampai ke sana. Jadi ojo (jangan) dipelintir. Kira-kira kami nanti membuat-buat. Kami kan secara fakta, faktanya enggak ada, ya enggak ada,” ujarnya.

Baca juga
Waspada Jelang Lebaran, Alfamart di Tangerang Dirampok Duit Puluhan Juta Melayang

Supardi meminta penanganan perkara ini tidak ditarik terlalu jauh apalagi dipolitisasi. Sejauh ini penyidik baru menemukan fakta yang menjerat lima orang tersangka perorangan terkait fasilitas ekspor CPO dan produk turunannya selama Januari 2021 sampai Maret 2022.

“Tidak ada sampai sekarang ditemukan adanya indikasi ke sana (parpol). Jadi jangan dipelintir-pelintir, kami tidak menemukan sampai ke sana,” kata dia.

Tinggalkan Komentar