Kekayaan Nikel Indonesia Bermanfaat bagi Inovasi Kendaraan Listrik

Kekayaan Nikel Indonesia Bermanfaat bagi Inovasi Kendaraan Listrik - inilah.com
Ilustrasi tambang nikel Indonesia (aseaneconomist.com)

Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan anugerah kekayaan nikel yang dimiliki Indonesia dapat dimanfaatkan untuk inovasi kendaraan listrik.

“Alhamdulillah, Indonesia diberi anugerah kekayaan nikel hampir 24 persen dunia, sehingga kita dapat manfaatkan momentum yang sangat penting yaitu inovasi kendaraan listrik,” kata Erick seperti dikutip dari akun resmi Twitter-nya @erickthohir di Jakarta, Rabu (27/10/2021).

Erick juga menambahkan bahwa Holding BUMN Indonesia Battery Corporation (IBC) merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam mengembangkan kendaraan listrik.

“Holding BUMN Indonesia Battery Corporation (IBC) adalah bentuk keseriusan pemerintah dalam mengembangkan kendaraan listrik supaya bumi sehat dan sustain untuk generasi mendatang, untuk masa depan #IndonesiaEmas2045,” ujar dia.

Baca juga  Erick Thohir Apresiasi Kerja Sama PPA dengan BPKH dan Bank Muamalat

Sebelumnya, Erick Thohir menginginkan Indonesia melalui Indonesia Battery Corporation (IBC) menjadi pemain utama global atau leading sector dalam baterai motor listrik dan baterai stabilisator untuk kebutuhan rumah serta energi terbarukan.

Ia juga sejak awal mendorong Pertamina dan PLN yang merupakan raksasa terbesar energi Indonesia untuk bergabung dengan IBC, ditambah juga raksasa pertambangan Indonesia MIND ID yang di bawahnya juga memiliki Freeport dan Antam, PT Timah, PT Bukit Asam untuk juga bergabung.

Hal ini dikarenakan Kementerian BUMN menginginkan Indonesia menjadi pemain global dengan alih teknologi dan penguasaan pasar ke depannya sehingga Indonesia tidak hanya menjadi pasar saja.

Baca juga  Erick Thohir Tak Lagi WFH Atau WFO, Tapi WFE

Erick mengatakan bahwa kondisi pasca-COVID, model bisnis akan berubah dan ini yang harus diantisipasi, apakah tadi Pertamina sendiri atau PLN ataupun unit usaha dari BUMN itu sendiri.

Tinggalkan Komentar