Minggu, 22 Mei 2022
21 Syawal 1443

Kekhawatiran Inflasi dan Ukraina Genjot Harga Emas US$14,7 per Troy Ounce

Faktor Inflasi dan Ukraina Genjot Harga Emas US$14,7 per Troy Ounce - inilah.com
Foto; Istockphoto.com

Harga emas menguat pada akhir perdagangan Kamis atau Jumat (8/4/2022) pagi WIB. Kekhawatiran atas kenaikan biaya-biaya dan krisis Ukraina mendukung daya tariknya sebagai lindung nilai inflasi dan tempat yang aman.

Akan tetapi, sikap kebijakan agresif Federal Reserve AS membatasi keuntungan tersebut.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, terdongkrak 14,7 dolar AS atau 0,76 persen, menjadi ditutup pada 1.937,80 dolar AS per ounce.

Emas berjangka melemah 4,4 dolar AS atau 0,23 persen menjadi 1.923,10 dolar AS pada Rabu (6/4/2022), setelah merosot 6,5 dolar AS atau 0,34 persen menjadi 1.927,50 dolar AS pada Selasa (5/4/2022).

“Begitu inflasi mulai memanas lagi, yang saya pikir akan terjadi, itu akan menguntungkan (emas), bahkan ketika menghadapi kebijakan moneter Fed yang agresif,” kata Jim Wycoff, analis senior di Kitco Metals, dikutip dari Reuters.

Baca juga
Genjot Kapabilitas Tenaga Pemasar, Bank DKI Siap Gaet Dana Pihak Ketiga Rp60,6 Triliun

Risalah pertemuan Fed Maret menunjukkan kekhawatiran yang mendalam di antara para pembuat kebijakan bahwa inflasi telah meluas melalui ekonomi, dengan “banyak” peserta bersiap untuk menaikkan suku bunga dalam kenaikan 50 basis poin yang besar dan kuat dalam beberapa pertemuan berikutnya.

Naiknya suku bunga AS meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil, sementara itu juga meningkatkan dolar.

Indeks dolar tergelincir dari level tertinggi hampir dua tahun yang disentuh di awal sesi, sementara imbal hasil acuan obligasi pemerintah AS 10-tahun juga mendekati level puncak multi-tahun pada Rabu (6/4/2022).

Ukraina telah meningkatkan seruan untuk sanksi keuangan yang cukup melumpuhkan untuk memaksa Moskow mengakhiri perang, sementara anggota NATO telah setuju untuk memperkuat dukungan ke Kyiv.

Baca juga
IHSG Tak Punya Resistance Baru, Profit Taking Siap Beraksi

Indeks-indeks utama Wall Street turun untuk sesi ketiga berturut-turut, karena saham-saham pertumbuhan memperpanjang kerugian di tengah kekhawatiran atas Federal Reserve yang lebih hawkish dan perang di Ukraina.

Investor lebih lanjut mencerna risalah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang dirilis pada Rabu (6/4/2022). Risalah menunjukkan bahwa banyak pejabat Federal Reserve percaya kenaikan suku bunga 50 basis poin diperlukan, dan pengurangan neraca 95 miliar dolar AS per bulan dapat segera diberlakukan.

Sementara itu, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan Kamis (7/4/2022) bahwa klaim pengangguran awal AS dalam pekan yang berakhir 2 April turun menjadi 166.000, dibandingkan dengan 171.000 yang direvisi pada minggu sebelumnya. Total mingguan adalah yang terendah sejak November 1968, ketika angkatan kerja kurang dari setengah dari ukuran saat ini, agak membatasi pertumbuhan emas.

Baca juga
Emas Jadi Pelarian Investor di Tengah Krisis Ukraina

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei naik 27,7 sen atau 1,13 persen, menjadi ditutup pada 24,735 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli naik 4,9 dolar AS atau 0,51 persen, menjadi ditutup pada 958 dolar AS per ounce.

Tinggalkan Komentar