Kekurangan PUBG New State yang Harus Kamu Tahu

PUBG New State baru saja dirilis pada 11 November lalu. Namun, waktu mengintip para creator game memainkannya, ternyata banyak hal yang harus kalian pertimbangkan sebelum install. Kenapa? apa iya akan lebih bagus daripada game sejenis dengan nama yang hampir sama? Yuk! simak rangkuman Inilah.com dari beberapa reviewer yang telah mencobanya secara langsung.

1.Butuh Spesifikasi Tinggi

Pertama kali yang di highlight ketika game mengeluarkan update baru adalah seberapa luas game itu bisa dijangkau penggemarnya? Menjanjikan banyak fitur canggih di update terbarunya, PUBG: New State akan membutuhkan perangkat dengan spesifikasi smartphone berbujet high-range untuk bisa menjalankan game ini secara lancar dan mulus. Nah buat kalian yang punya smartphone bertipe mid-range dan low-range pasti akan kena efeknya, karena selain smartphone jadi cepat panas, permainan pun bakal terganggu karena akan sering lagging, layar freeze bahkan forced close dari game, apalagi dengan besarnya file yang harus diunduh. Ini bakal sangat menguras tempat penyimpanan smartphone kamu, jadi sebaiknya pikir-pikir lagi kalau mau install game ini.

Baca juga  Apple Resmi Rilis Seri iPhone 13, Ini Spesifikasi dan Harganya

2.Mode Permainan Masih Sama

Dalam game PUBG New State ini, para pemain akan ditempatkan dalam satu arena permainan dimana di arena tersebut, mereka akan saling menyerang untuk menjadi orang yang terakhir bertahan.

Di update ini, nampaknya PUBG New State hanya mengandalkan perbedaan tema dengan mengusung konsep futuristik yang men-setting waktu dan background ke tahun 2051, namun tidak ada hal yang baru di mode permainan, dan pemain diperkirakan hanya akan mengikuti euforia sesaat dan akan kembali bermain game battle royale sebelumnya yang lebih banyak pembaruan.

3.Arena Pertempuran Yang Monoton

Saat ini, PUBG New State baru mengeluarkan 1 map untuk battle royale yaitu Troi dan 1 map untuk team deathmatch yakni Station. Secara gampangnya Troi adalah map Erangel yang lebih modern saja dengan ukuran 8×8. Hal ini tentu saja menjadikan permainan jadi kurang menarik karena terbatasnya map dan otomatis background permainan juga akan jadi monoton.

Baca juga  Hyundai Catat 1.477 SPK Sepanjang GIIAS 2021, Creta Jadi yang Terlaris

4.Grafik Bermasalah

Dilansir dari Google Play, PUBG: New State menawarkan “Grafis Ultra-realistis” yang melampaui standar mobile gaming dengan mengandalkan teknologi Global Illumination. Mungkinkah kualitas grafisnya setara dengan game konsol atau game PC?

PUBG New State asalnya dikembangkan oleh studio yang mengerjakan PUBG PC, yang sampai saat ini saja, PUBG PC pun harus dimainkan dengan spesifikasi komputer yang tinggi, itu saja masih banyak mengalami masalah dari grafik maupun jaringan yang sering tidak terkoneksi.

5.Harga Item

Secara global, harga item dan outfit di PUBG New State masih menganut sistem satu harga. Hal ini tentu saja sangat memberatkan bagi para pemain, terutama yang berasal dari kawasan regional Asia khususnya, Asia Tenggara karena harga jual itemnya yang terlalu tinggi dan sulit dijangkau. Sepertinya PUBG New State harus mereview lagi kebijakan mereka yang satu ini.

Baca juga  Booth MG di GIIAS 2021 Jadi Serbuan Penggemar Liverpool

6.Banyaknya Bug

Dari hasil melihat gameplay para content creator dan mencoba sendiri, sekilas bisa disimpulkan, kalau masih banyak hal yang harus diperbaiki di update terbarunya ini, seperti bug tabrakan dimana satu mobil dapat diparkir antara dua mobil, tombol yang terkadang tidak responsif, bug medan dan tekstur dimana tekstur akan freeze saat pemain menggeser kursor ke arah lain dan tidak adanya optimalisasi pada beberapa tempat yang hampir sama dengan versi Alpha Test sebelumnya.

Tentunya masih banyak lagi hal yang perlu diperbaiki di rilis global ini, atau game ini bakal hilang dari peredaran karena mendompleng kesuksesan game sebelumnya?

Tinggalkan Komentar