Rabu, 28 September 2022
02 Rabi'ul Awwal 1444

Keliling Jawa Timur, Ketua DPR tak Ingin Minyak Goreng dan Kedelai Langka

Rabu, 02 Mar 2022 - 22:15 WIB
Bulan Ramadan, Ketua DPR tak Ingin Minyak Goreng Langka
Ketua DPR, Puan Maharani

Ketua DPR Puan Maharani meminta pemerintah segera menyelesaikan masalah kelangkaan dan mahalnya harga minyak goreng dan kedelai sebelum Ramadhan pada awal April 2022.

“Menjelang Ramadhan ini, saya keliling ke wilayah Jawa Timur seperti Surabaya, Lamongan dan Gresik. Untuk harga tempe dan tahu, menurut pedagang, tidak dinaikkan, meski harga kedelai mahal, tapi ukurannya diperkecil,” katanya saat mengunjungi Kampung Tempe di Sukomanunggal Gang I, Kelurahan Sukomanunggal, Kecamatan Sukomanunggal, Surabaya, Jatim, Rabu (2/3/2022).

Puan menambahkan, saat mengunjungi pabrik minyak goreng di Gresik, perusahaan juga tidak mengurangi produksinya. Oleh karena itu, ia meminta pihak terkait menyelidiki kelangkaan minyak goreng.

“Jika produksi pabrik minyak goreng normal, kok bisa minyak goreng langka di pasaran. Makanya, saya minta pemerintah untuk mengantisipasi ini, namun tidak secara ad hoc,” katanya.

Baca juga
Blusukan di Pasar Kosambi Bandung, Mendag Zulhas: Satu KTP Boleh Beli 10 Liter Migor Curah

Ketua DPP PDI Perjuangan ini, mengatakan sebagai Ketua DPR, dirinya memiliki fungsi pengawasan dan bukan sebagai eksekusi. Untuk itu, Puan menekankan agar pemerintah menelusuri kelangkaan minyak goreng tersebut.

“Katanya ada panic buying, apakah betul karena itu? Sebab hanya saat-saat tertentu saja ada panic buying?” katanya.

Agar dalam waktu cepat ini bisa teratasi dan masyarakat bisa memperoleh minyak goreng dengan harga normal, Puan meminta pemerintah daerah segera menggelar operasi pasar. “Saya minta antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah berkoordinasi untuk menggelar operasi pasar. Antara pemda dan pemerintah pusat harus sinergi untuk mengatasi masalah minyak goreng ini,” ujarnya.

Baca juga
Warga yang Beli Migor Curah Wajib Tunjukkan KTP

Sementara itu, saat mengunjungi Kampung Tempe, Puan juga mengunjung sejumlah perajin, termasuk berdiskusi dengan Ketua Paguyuban Perajin Tempe Sukomanunggal Markuat.

Dalam kunjungannya yang didampingi Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono, dan Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim Whisnu Sakti Buana, Puan menanyakan masalah apa yang menjadi kendala para perajin tempe.

“Soal harga kedelai bisa disiasati dengan mengecilkan ukuran tempe. Bantuan yang mereka butuhkan adalah tempat merebus kedelai yang saat ini masih terbuat dari drum. Nanti, melalui Pak Wali Kota, kami akan bantu apa yang dibutuhkan, yakni menggunakan wadah dari bahan stainless,” katanya.

Tinggalkan Komentar