Senin, 28 November 2022
04 Jumadil Awwal 1444

Keluarga Brigadir J Curiga Bharada E bukan Pelaku Tunggal

Senin, 18 Jul 2022 - 15:22 WIB
kuasa hukum laporkan pembunuhan brigadir j - inilah.com
Kuasa Hukum keluarga almarhum Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak di Bareskrim Polri, Senin (18/7/2022) - Didik Setiawan

Tim kuasa hukum keluarga Brigadir J meyakini kematian Brigadir J atau Nofriansyah Yoshua Hutabarat tak hanya dilakukan Bharada E seorang diri.

Kamaruddin Simanjuntak, salah satu kuasa hukum keluarga menyebut, dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J dilakukan sejumlah orang. Sebab, ada sejumlah luka yang berbeda berasal dari pukulan, pistol hingga senjata tajam.

“Menurut perhitungan kami, tidak mungkin Bharada E saja, enggak mungkin, perkiraannya beberapa orang, bukan hanya satu orang. Ada yang berperan memukul, memakai pistol, senjata tajam, sangkur. Sehingga dari banyaknya luka, kami yakin pembunuhan berencana,” kata Kamaruddin di Bareskrim Polri, Senin (18/7/2022).

Ia membantah kematian Brigadir J akibat baku tembak, seperti keterangan yang disampaikan Polri melalui Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan.

Baca juga
Satu Dekade Berpisah, Novel Kembali ke Pangkuan Polri

“Jadi dengan banyaknya luka, maka kami sangat yakin ini pembunuhan berencana. Kenapa pembunuhan berencana. Penjelasan Karopenmas Polri kan ada satu orang menembak 7 peluru. Tapi tidak kena, ada tembak balik 5 kali, tapi ada tujuh lobang. Daripada itu, Karopenmas enggak menyebut ada luka senjata tajam. Tetapi kita menemukan pundaknya sudah rusak. Berantakan, dan ada di beberapa tempat sayatan, di belakang telinga, tangan, jari dan kaki,” jelasnya.

Karena itu, pihak keluarga tak menerima hasil autopsi awal Brigadir J dan meminta Polri untuk mengautopsi ulang untuk mencari sebab kematian Brigadir J secara jelas dan detil.

“Kenapa tidak menerima karena ada informasi yang tidak jelas dan atau tidak mengandung kebenaran. Oleh karena itu, supaya transparan karena ini kasus publik atau domain publik harus dilakukan visum et repertum ulang dan autopsi ulang,” pungkasnya.

Tinggalkan Komentar