Keluarga Korban Laskar Pengawal HRS Anggap Sidang Unlawfull Killing Hanya Dagelan

Keluarga Korban Laskar Pengawal HRS Anggap Sidang Unlawfull Killing Hanya Dagelan - inilah.com
Sidang Pengadilan Unlawfull Killing (Ilustrasi)

Sidang kasus unlawfull killing terhadap enam laskar front pembela Islam (FPI) di tol Jakarta-Cikampek KM 50 yang digelar hari ini di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan dianggap hanya formalitas.

Hal itu disampaikan Kuasa hukum keluarga enam laskar FPI, Azis Yanuar. Sejak peristiwa pembunuhan terhadap enam anggota laskar FPI, para tersangka tidak ditangkap maupun dipenjara.

“Para pelaku penembakan tidak ditangkap dan ditahan. Menurut Komnas HAM dalam surveilans itu ada surat perintahnya. Jika itu benar, siapa yang memerintahkan? Mengapa yang memerintah tidak diungkap dan tidak ditahan juga. Hal tersebut membuktikan kemungkinan diduga sidang dan proses itu hanya dagelan,” kata Azis saat dikonfirmasi, Senin (18/10/2021).

Baca juga  Nia Ramadhani-Ardi Bakrie Jalani Sidang Perdana Hari Ini

Azis mengaku bahkan tidak tertarik untuk mengikuti semua proses dagelan tersebut. “Kami tidak tertarik pada dagelan, kami tidak akan (hadir di persidangan),” kata Azis.

Kasus pembunuhan enam anggota Laskar FPI mulai disidang di PN Jaksel pada Senin (18/10/2021). Dua anggota kepolisian aktif, yakni Ipda M Yusmin Ohorella (MYO) dan Briptu Fikri Ramadhan (FR) akan dihadirkan sebagai terdakwa.

Dari hasil investigasi Komnas HAM, pembunuhan enam nyawa tersebut sebagai pelanggaran HAM berupa unlawfull killing atau pembunuhan yang terorganisir tanpa ada dasar hukum. Akan tetapi, dari enam korban pembunuhan tersebut, hanya empat kasus yang dikategorikan sebagai pelanggaran HAM.

Baca juga  HUT ke-66 Polantas, Korlantas Polri Ingatkan Lalu Lintas Sebagai Urat Nadi Kehidupan

Tinggalkan Komentar