Senin, 04 Juli 2022
05 Dzul Hijjah 1443

Keluarga Ridwan Kamil Imbau Tidak Melakukan Dokumentasi Pribadi saat Takziah

Sabtu, 04 Jun 2022 - 17:15 WIB
Keluarga Ridwan Kamil
Tangkapan layar dari Instagram

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan keluarga menggelar doa bersama untuk kepergian putra sulungnya, Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril di Kediaman Gedung Pakuan, Bandung, Sabtu, (4/6/2022). Mengutip dari Instagram @humas_jabar, pihak keluarga memohon untuk masyarakat yang bertakziah tidak melakukan dokumentasi pribadi pada momen takziah tersebut.

“IMBAUAN! Mohon simpati dan empati kepada seluruh OPD dan yang bertakziah untuk tidak melakukan dokumentasi pribadi momen takziah di dalam Gedung Pakuan. Atas perhatiannya, Mimin ucapkan terima kasih,” seperti mengutip dari akun instagram @humas_jabar, Jakarta, Sabtu, (4/6/2022).

Sebuah postingan di feed Instagram @humas_jabar, memperlihatkan foto Ridwan Kamil, Atalia Praratya, dan Camillia Laetitia Azzahra, yang sedang menghadap sungai Aare, Bern, Swiss, tempat Eril hilang.

Tertulis sebuah pesan imbauan agar masyrarakat tidak melakukan dokumentasi saat masuk di dalam Gedung Pakuan, Bandung, ketika bertemu keluarga Ridwan Kamil yang sedang berduka.

“Kami mohon simpati dan empati untuk tidak melakukan dokumentasi pribadi momen takziah di dalam Gedung Pakuan. Hatur nuhun pisan. Tertanda, Keluarga,” tulis ketarangan dalam postingan tersebut.

Baca juga
Kang Emil Mulai Ngantor di Gedung Sate, Pimpin Rapat sampai Terima Laporan

Beberapa bentuk dokumentasi yang tersebut meliputi foto, video, dan live streaming dalam bentuk apapun.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Pemdaprov Jabar (@humas_jabar)

 

Gelaran doa bersama tersebut berlangsung pada Sabtu, (4/6/2022) usai salat zuhur dan ashar.

Hal tersebut Ridwan Kamil ungkapkan saat tiba di tanah air usai melakukan pencarian Eril di sungai Aare, Bern, Swiss.

“Kami sekeluarga sudah kembali ke tanah air dan akan melaksanakan doa bersama bada zuhur dan bada ashar, besok Sabtu bagi yang berkenan di kediaman Gedung Pakuan Bandung. Hatur nuhun,” tulis Ridwan Kamil pada akun twitter-nya @ridwankamil, ditulis di Jakarta, Sabtu, (4/6/2022).

Dia juga menjelaskan, meski keluarga sudah menyatakan Eril meninggal dunia, proses pencarian jasad Eril masih terus berlangsung.

“Pencarian jasad Eril akan terus dilakukan sampai batas waktu yang tidak ditentukan,” tambah Ridwan Kamil.

Baca juga
Media Swiss Beritakan Hilangnya Anak Ridwan Kamil, Umumkan Ciri-cirinya

Ridwan Kamil dan Keluarga Ikhlas Melepas Eril

Jumat, 3 Juni 2022, Ridwan Kamil beserta keluarga dengan resmi menyatakan putra pertamanya, Emmeril Kahn Mumtadz meninggal dunia.

Keterangan tersebut juga Ridwan Kamil tulis pada akun twitter-nya.

Dengan ikhlas dan sepenuh hati, Ridwan Kamil melepas Eril untuk berpulang kepada Sang Pencipta.

“Innalilahi wainna illaihi rajiun. Dengan ini kami secara resmi melepas dan mengikhlaskan sepenuh hati atas berpulangnya anak kami tercinta ananda Emmeril Kahn Mumtadz. Mohon dimaafkan, jika semasa hidupnya ada kekhilafan dan kesalahan,” tulis Ridwan Kamil.

Ridwan Kamil dan keluarga kembali ke Indonesia pada Kamis, (2/6/2022) sore. Karena, Ridwal Kamil harus menjalankan tugas sebagai Gubernur Jawa Barat.

Pemantauan upaya pencarian, koordinasi dengan KBRI Bern, dan komunikasi dengan otoritas Swiss akan terus berlanjut oleh Paman Sdr. Eril, Bapak Elpi Nazmuzaman beserta wakil keluarga yang telah tiba pada hari Rabu (1/6/2022).

Baca juga
Gubernur Jabar Kang Emil Segera Salurkan 30 Juta Liter Migor dari Pusat

KBRI Bern mendapatkan kabar hilangnya Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril di Sungai Aare, Kota Bern, Swiss, pada hari Kamis (26/5) pukul. 11.24 waktu setempat.

Menurut penjelasan Kepolisian, Eril mengalami situasi darurat pada saat berenang. Sejak menerima laporan orang hilang, Polisi terus berupaya keras untuk menemukan Eril.

Sebelumnya Eril berada di Swiss bersama ibu dan saudaranya untuk melihat sekolah dan peluang mendapat beasiswa setelah lulus kuliah di ITB.

Di sela-sela kegiatan di Swiss, Eril berenang bersama dengan beberapa warga negara Indonesia (WNI) di Swiss sebelum hilang terseret arus sungai Aare.

Tinggalkan Komentar