Senin, 04 Juli 2022
05 Dzul Hijjah 1443

Keluarga Ridwan Kamil: Jangan Ganggu Privasi Geraldine

Minggu, 12 Jun 2022 - 23:08 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil Berfoto dengan Geraldine Beldi. Foto: Instagram Ridwan Kamil.
Gubernur Jabar Ridwan Kamil Berfoto dengan Geraldine Beldi. Foto: Instagram Ridwan Kamil.

Penemuan jenazah Emmeril Khan Mumtadz atau Eril di Bendungan Engehalde, Bern, oleh warga negara Swiss, yakni Geraldine Beldi menjadi perhatian khusus keluarga mendiang Eril, yaitu keluarga besar Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Pihak keluarga besar Ridwan Kamil meminta masyarakat Indonesia tidak mengganggu privasi Geraldine yang telah membantu melaporkan penemuan jenazah Eril di Bendungan Engehalde, Bern pada Rabu (8/6/2022) sekitar pukul 06.50 waktu setempat.

“Kami meminta kepada warga Indonesia untuk tidak mengganggu privasi Ibu Geraldine. Ini sebagai bentuk rasa hormat kami sebagai keluarga kepada Ibu Geraldine,” kata Erwin Maniruzman selaku kakak dari Ridwan Kamil di Tangerang, Banten, Minggu (12/6/2022).

Baca juga
Puncak Omicron Terlewati, Laju Penularan COVID-19 Mulai Menurun

Keluarga besar Ridwan Kamil, kata Erwin, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Geraldine yang sudah sangat perhatian, sehingga setiap perjalanan menuju lokasi kerja dan melewati bendungan air Engehalde selalu memperhatikan yang bisa dilaporkan kepada kepolisian.

“Kami ucapkan terima kasih khususnya kepada Geraldine atas perhatiannya yang sangat besar dalam penemuan jenazah Eril,” tutur Erwin.

Selain itu, Erwin juga menegaskan bahwa Gerladine tidak memiliki akun media sosial, sehingga tidak perlu dicari tahu.

Keluarga Ridwan Kamil berharap agar warga tidak masuk ke dalam urusan pribadinya. “Beliau perlu dijaga privasinya dan tak memiliki akun media sosial,” ujar Erwin.

Baca juga
Sambangi KPK, Jakpro Serahkan Lagi Dokumen Formula E

Lebih lanjut Erwin menyebutkan keluarga besar Ridwan Kamil mengizinkan masyarakat umum untuk melakukan takziah ke Gedung Pakuan Kota Bandung setelah pukul 22.00 WIB, usai acara keluarga inti.

“Setelah jam 10 malam hingga pagi diizinkan untuk warga yang ingin melakukan takziah di Gedung Pakuan Bandung,” kata Erwin.

Tinggalkan Komentar