Kamis, 01 Desember 2022
07 Jumadil Awwal 1444

Keluarga Terdekat jadi Pengasuh Paling Ideal Rawat Orang Dengan Demensia

Senin, 26 Sep 2022 - 16:22 WIB
Orang Dengan Demensia
Istockphoto

Keluarga terdekat jadi pengasuh paling ideal untuk merawat orang dengan demensia (ODD). Hal tersebut diungkapkan Dokter Spesialis Saraf Yuda Turana.

“Melihat apa (pilihan) yang paling ideal sebenarnya berada dalam konteks masing-masing dari kita. Tempatkan di posisi kita terlebih dahulu. Kalau saya nanti suatu saat menjadi lansia, saya mau tinggal dengan siapa, dan yang merawat siapa. Pilihan itu pasti adalah keluarga. Prinsipnya, keluarga sudah menjadi pilihan utamanya, itu idealnya,” kata dokter yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSI) ditulis di Jakarta, Senin, (26/09/2022).

Tidak hanya itu, masyarakat juga bisa memilih kehadiran para pengasuh atau caregiver profesional untuk dapat membantu para ODD menjalankan kehidupan sehari-hari.

“Adanya caregiver profesional tentu bisa membantu di beberapa hal, termasuk dalam konteks pendampingan di kasus (demensia) yang berat, untuk membantu menurunkan beban dari keluarga pasien. Karena, persoalan demensia bukan merupakan persoalan individu, tapi ada juga keluarga yang mengasuhnya,” jelas Prof. Yuda.

Saat demensia berkembang, beberapa aspek hubungan mungkin menjadi lebih sulit, seperti kemampuan seseorang dengan demensia untuk orang-orang di sekitar mereka.

Meski demikian, tentu masih banyak elemen positif dari hubungan, seperti kasih sayang, akan tetap ada. Pengasuh dan orang-orang di sekitar penderita demensia mungkin merasa terbantu untuk berfokus pada aspek-aspek positif ini.

Namun, tentu merawat orang dengan demensia bisa menjadi hal yang menantang, bahkan membuat frustrasi. Prof. Yuda berpesan pada keluarga pasien untuk tak lupa merawat diri sendiri dan tak enggan mencari dukungan maupun bantuan ketika sudah merasa begitu lelah (burnout).

Support system group, baik untuk penderita demensia maupun caregiver pasti membantu,” katanya.

Direktur Eksekutif Alzheimer’s Indonesia (ALZI) Michael Dirk R. Maitimoe menambahkan, asosiasi seperti ALZI memiliki kegiatan rutin bagi caregiver untuk saling berbagi cerita dan memberikan dukungan satu sama lain. Selain itu, ada pula konseling bagi mereka yang mengalami burnout.

“Selain itu, yang terpenting adalah mampu menerima dengan lapang dada. Ini sulit untuk dilakukan. Dan dengan menghadiri dan mendengarkan keluh kesah di pertemuan grup seperti itu, diharapkan caregiver akan menemukan insight pada dirinya sendiri yang akan membantunya dan membuatnya merasa bahwa mereka tidak sendiri dan mendapatkan dukungan,” jelas Michael.

Tinggalkan Komentar