Kamis, 07 Juli 2022
08 Dzul Hijjah 1443

Kemarahan Risma Sepanjang Tahun 2020-2021

Sabtu, 02 Okt 2021 - 16:16 WIB
Penulis : Willi Nafie
Kemarahan Risma Sepanjang Tahun 2020-2021 - inilah.com
Foto Istimewa

Peristiwa Menteri Sosial Tri Rismaharini (Risma) marah-marah kembali terjadi. Kali ini kemarahan politikus PDI Perjuangan itu, timbul saat  jajaran Pemprov Gorontalo dan pemerintah kabupaten/kota sedang melakukan pemadanan data. 

Diduga akibat ada data penerima bantuan yang dinilai tak beres. Tepatnya saat pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) menjelaskan ada warganya yang terdata, tetapi saldonya kini tidak pernah lagi terisi. 

Risma marah-marah sambil menunjuk-nunjuk dengan sangat emosional.  

Sementara itu, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie tersinggung dengan sikap Risma memarahi warganya. Risma sebagai seorang pejabat negara semestinya tak bersikap demikian.

“Saya saat melihat video itu sangat prihatin. Saya tidak memprediksi seorang ibu menteri, sosial lagi, memperlakukan seperti itu. Contoh yang tidak baik,” ucap Rusli. 

Baca juga
Risma Memungut Batu Buat Lambat Penutupan Jalan Lubang

Merujuk berbagai sumber pemberitaan, Risma sudah berulangkali marah-marah. Berikut kemarahan Risma dari tahun 2020 hingga 2021 yang dirangkum Inilah.com. 

Ancam Pindahkan ASN dari Bandung ke Papua 

Risma, pada 13 Juli 2021 lalu mengancam akan memindahkan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Balai Wyata Guna, Kota Bandung, Jawa Barat, ke Papua.

Ia geram di lokasi itu disiapkan kibor lengkap dengan pengeras suara aktif. Kemudian pimpinan dan pegawainya tak cakap dalam menangani dapur umum Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat.

Banyak kekurangan peralatan memasak  dan kekurangan personel di dapur umum.

Marahi Demonstran Penolak UU Cipta Kerja

Baca juga
Marah-Marah Bu Risma Malah Menambah Masalah

Risma memarahi demonstran penolak UU Cipta Kerja yang dianggap merusak fasilitas umum di Surabaya, Jawa Timur, pada 8 Oktober 2020. 

Marahi Pejabat Balkot Surabaya

Risma lewat sambungan telepon seluler berbicara dengan nada tinggi kepada seorang pejabat di Balai Kota Surabaya.

Risma kecewa,  dua unit mobil Polymerase Chain Reaktion (PCR) bantuan Badan Nasional Penanggulangan Becana (BNPB) untuk Surabaya, dibawa ke Tulungagung dan Lamongan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Risma mengaku marah karena warga Surabaya sudah mengantre untuk melakukan tes swab Covid-19. Namun, mobil PCR tersebut dibawa ke luar kota. Kejadiannya pada Mei 2020 lalu.

Tinggalkan Komentar

×