Minggu, 27 November 2022
03 Jumadil Awwal 1444

Kematian Bruce Lee Kemungkinan Hiponatremia, Bisa Terjadi pada Kita?

Jumat, 25 Nov 2022 - 05:01 WIB
Bruce Lee Hiponatremia
Salah satu adegan perkelahian Bruce Lee dalam film Game of Death. (sumber: CDN)

Aktor bela diri terbesar sepanjang masa, Bruce Lee, sudah tiada hampir 50 tahun lalu. Kini muncul hipotesa baru tentang penyebab kematiannya, yakni akibat hiponatremia. Apa sebenarnya penyakit yang menyebabkannya meninggal dunia? Perlukah kita waspada?

Sejak meninggal pada 20 Juli 1973 silam, penyebab kematian Bruce Lee seolah menjadi misteri abadi. Bahkan banyak menjadi bahan diskusi dan menggerakan banyak peneliti. Baru-baru Clinical Kidney Journal mempublikasikan hipotesis mengejutkan penyebab kematian sosok yang merevolusi gaya berkelahi seni bela diri Kungfu itu. Hipotesis ditulis berdasarkan hasil penelitian sejumlah dokter.

Penelitian yang dilakukan Priscila Villalvazo, Raul Fernandez-Prado, Maria Dolores Sanchez Nino, Sol Carriazo, Beatriz Fernandez-Fernandez, Alberto Ortiz dan Maria Vanessa Perez-Gomez, menunjukan sejumlah bukti Bruce Lee kemungkinan mengkonsumsi air secara berlebih dan teratur.

Intinya, dari penelitian itu, penyebab kematian Bruce Lee adalah asupan air yang berlebihan dan mengakibatkan hiponatremia yakni sutu kondisi ketika kadar natrium dalam darah terlalu rendah. Hiponatremia memicu edema selebral, atau pembengkakan otak. Pembengkakan otak terjadi ketika cairan menumpuk di sekitar otak, menimbulkan peningkatan tekanan intrakranial.

Apa itu hiponatremia?

Hiponatremia adalah suatu kondisi ketika konsentrasi natrium dalam darah rendah secara tidak normal. Dalam kondisi ini, tubuh menahan banyak air dan mengencerkan kadar natrium dalam darah. Akibatnya sel-sel mulai membengkak kemudian membahayakan nyawa orang tersebut.

Tanda-tanda umum hiponatremia adalah mual, muntah, sakit kepala, kebingungan, kehilangan energi, mengantuk, kelelahan, gelisah, lekas marah, kejang, kejang, dan koma. Ketidakmampuan ginjal untuk mengeluarkan kelebihan air itulah yang membunuh Bruce Lee.

Menurut para peneliti itu, Lee memiliki banyak faktor risiko untuk hyponatremia. Seperti mengkonsumsi alkohol, ganja, tingginya tingkat latihan fisik, obat anti-epilepsi, steroid, diuretik, obat anti-imflamasi, yang semuanya menyebabkan peningkatan konsumsi air.

Baca juga
Fomepizole Obat Gagal Ginjal Akut, Kenali Efek Samping dan Cara Kerjanya

Bruce Lee yang meninggal pada usia 32 tahun dalam hasil otopsinya terungkap, berat otak Lee adalah 1.575 gram. Tidak ada tanda-tanda luka luar, otopsi Lee mengungkapkan. Edema serebral yang parah mengakibatkan berat otak naik dibandingkan dengan berat normal 1.400 gram.

“Jejak mariyuana ditemukan di perut. Kematian Bruce Lee secara resmi dinyatakan sebagai akibat dari edema serebral yang disebabkan oleh hipersensitivitas terhadap Equagesic,” kata laporan tersebut.

Tiga penyebab kematian yang paling masuk akal terkait dengan kematian Bruce Lee adalah: Edema serebral yang disebabkan oleh hipersensitivitas terhadap Equagesic, epilepsi, dan sengatan panas.

“Kami berhipotesis bahwa Bruce Lee meninggal karena bentuk khusus dari disfungsi ginjal: ketidakmampuan mengeluarkan cukup air untuk mempertahankan homeostasis air, yang terutama merupakan fungsi tubular. Hal ini dapat menyebabkan hiponatremia, edema serebral, dan kematian dalam hitungan jam. Jika kelebihan asupan air tidak diimbangi dengan ekskresi air dalam urin, ini yang mengakibatkan kematian Lee,” para peneliti menyimpulkan.

Kalah benar kematian Bruce Lee gara-gara penyakit ini, tentu merupakan hal yang ironis. Hal ini mengingat Lee terkenal dengan kutipan ‘Be water my friend’, tetapi ternyata kemudian kelebihan air itu yang telah membunuhnya.

Bruce Lee Hiponatremia

Bisa terjadi pada kita?

Tubuh membutuhkan natrium untuk keseimbangan cairan, kontrol tekanan darah, serta saraf dan otot. Tingkat natrium darah normal adalah 135 hingga 145 miliekuivalen/liter (mEq/L). Hiponatremia terjadi ketika kadar natrium darah turun di bawah 135 mEq/L.

Baca juga
Empat Tips dari WHO Agar Anak Tetap Aman Saat PTM

Ketika kadar natrium dalam darah terlalu rendah, air ekstra masuk ke sel dan membuatnya membengkak. Pembengkakan ini bisa berbahaya terutama di otak, karena otak tidak bisa mengembang melewati tengkorak.

Tingkat natrium yang rendah dalam darah mungkin disebabkan oleh terlalu banyak air atau cairan dalam tubuh. Efek ‘mengencerkan’ ini membuat jumlah natrium tampak rendah. Natrium darah rendah juga bisa disebabkan oleh kehilangan natrium dari tubuh atau kehilangan natrium dan cairan dari tubuh.

Hiponatremia, mengutip Kidney.org, dapat disebabkan oleh penyakit dan obat-obatan. Beberapa penyebab yang mungkin terkait dengan penyakit ginjal seperti gagal ginjal yang berarti tidak dapat membuang cairan ekstra dari tubuh. Bisa juga karena gagal jantung kongestif yakni kelebihan carian menumpuk di dalam tubuh.

Bisa juga karena diuretic yang membuat tubuh membuat lebih banyak natrium dalam urin. Antidepresan dan obat nyeri juga dapat menyebabkan lebih banyak berkeringat atau buang air kecil dari biasanya. Penyebab lainnya adalah muntah atau diare parah sehingga tubuh kehilangan banyak cairan dan natrium serta rasa haus yang berlebihan (polidipsia primer) yang mendorong terlalu banyak asupan cairan.

Apa saja gejala hiponatremia? Mungkin tidak ada gejala jika mengalami hiponatremia ringan. Anda mungkin mengalami gejala ketika kadar natrium dalam darah terlalu rendah atau turun terlalu cepat. Dalam kasus yang parah, Anda mungkin mengalami m ual atau muntah, sakit kepala, kebingungan, atau kelelahan, tekanan darah rendah, kehilangan energi, kelemahan otot, berkedut, atau kram, kejang atau koma serta gelisah atau temperamen buruk.

Baca juga
Batasi Makanan Tidak Sehat yang Mengandung Gula, Garam, dan Lemak Berlebih

Pencegahan

Sementara itu mengutip MayoClinic, ada beberapa langkah yang dapat membantu mencegah hiponatremia. Misalnya mendapatkan perawatan untuk kondisi yang berkontribusi terhadap hiponatremia, seperti insufisiensi kelenjar adrenal dapat membantu mencegah natrium darah rendah.

Anda juga juga mengambil tindakan pencegahan selama aktivitas intensitas tinggi. Atlet harus minum hanya cairan sebanyak yang hilang karena keringat saat balapan. Haus umumnya merupakan panduan yang baik untuk mengetahui berapa banyak air atau cairan lain yang Anda butuhkan.

Pertimbangkan untuk minum minuman olahraga selama aktivitas berat. Tanyakan kepada dokter tentang mengganti air dengan minuman olahraga yang mengandung elektrolit saat mengikuti lomba ketahanan seperti maraton, triatlon, dan aktivitas berat lainnya.

Minumlah air secukupnya. Air minum sangat penting untuk kesehatan Anda, jadi pastikan Anda minum cukup cairan. Tapi jangan berlebihan. Haus dan warna urin Anda biasanya merupakan indikasi terbaik dari berapa banyak air yang Anda butuhkan. Jika Anda tidak haus dan urin Anda berwarna kuning pucat, kemungkinan Anda mendapatkan cukup air.

Studi terbaru yang sedikit mengungkap misteri kematian Bruce Lee ini bisa menjadi pelajaran kepada kita semua tentang bahayanya asupan air berlebihan. Namun juga harus hati-hati, jangan sampai juga Anda mengalami dehidrasi karena kekurangan cairan. Konsumsilah air secukupnya.

 

Tinggalkan Komentar