Senin, 08 Agustus 2022
10 Muharram 1444

Ketum PP Muhammadiyah Soroti Gunjingan Kematian Demokrasi di Tangan Sipil

Senin, 15 Nov 2021 - 11:19 WIB
Penulis : Willi Nafie
Editor : Ibnu Naufal
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyampaikan ada beberapa isu besar yang muncul di tengah perjalan Bangsa Indonesia saat ini. Salah satunya terkait kematian demokrasi.

Isu tersebut terus bergulir hingga menjadi suatu gunjingan besar dalam berbagai dinamika baik dalam tingkat regional dan domestik.

“Ketika perkembangan demokrasi di dunia begitu masif dan meluas, asumsi kematian demokrasi itu muncul,” kata Haedar Nashir dalam Seminar Nasional Kebangsaan, Senin (15/11/2021).

Haedar Nashir menyampaikan kematian demokrasi tidak lagi berada di tangan rezim militer seperti pada beberapa dekade sebelumnya. Kini mulai beralih ke tangan pihak non militer alias sipil yang memiliki otoritas penuh di pemerintahan.

Baca juga
Pertimbangan Kemanusiaan, Muhammadiyah Bandung Minta PN Tunda Eksekusi Panti Asuhan

“Justru kematian demokrasi, akan berada di tangan pemimpin negara yang non militer tetapi membajak demokrasi,” ujar Haedar.

Haedar Nashir menambahkan, sejatinya Indonesia menjadi negara demokrasi ketiga setelah Amerika Serikat dan India. Tetapi sering tidak punya kemampuan dalam mengkonsolidasi pada titik yang moderat kemudian membawa demokrasi pada proses ekstrimitas.

“Kita tidak tahu nanti ujung kita mengelola demokrasi ini,” tandasnya.

Tinggalkan Komentar