Rabu, 17 Agustus 2022
19 Muharram 1444

Kembangkan Desa Wisata Bugisan, Menteri Sandi: Serap Tenaga Kerja

Sabtu, 30 Jul 2022 - 19:19 WIB
Kembangkan Desa Wisata Bugisan, Menteri Sandi: Serap Tenaga Kerja
Menparekraf Sandiaga S Uno optimis pengembangan desa wisata efektif untuk menyerap angkatan kerja.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga S Uno kagum dengan komitmen Pemkab Klaten dalam mengembangkan potensi desa wisata Bugisan. Karena, efektif serap tenaga kerja.

Saat beranjang-sana ke Desa Wisata Bugisan di Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu, Menteri Sandi disambut tarian kuda lumping. Didampingi Bupati Klaten, Hj Sri Mulyani, sang menteri tak bisa menyembunyikan kekagumannya.Lantaran, desa wisata Bugisan yang masuk 50 desa wisata program Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022, mampu menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah signifikan.

”Saya melihat bahwa Desa Wisata Bugisan ini bisa menjadi satu klaster percontohan penciptaan 1,1 juta lapangan kerja baru yang berkualitas. Berbasis komunitas yang ada di pedesaan,” papar Menteri Sandi, dikutip Sabtu (30/7/2022).

Baca juga
Tumbuhkan Desa Wisata, Menteri Sandi Targetkan 1,1 Juta Lapangan Kerja Baru

Sehingga, kata dia, desa wisata Bugisan ini, bisa menjadi kekuatan masyarakat untuk bangkit setelah septa terpuruk karena pandei COVID-19. “Dan, target 2024 adalah penciptaan 4,4 juta lapangan kerja baru dan berkualitas sektor pariwisata,” kata Menteri Sandi.

Kebetulan, desa wisata Bugisan letaknya di area pintu keluar Candi Prambanan. Memiliki banyak peninggalan purbakala, salah satunya Candi Plaosan yang megah. Dengan model stupa yang merupakan perpaduan corak Hindu dan Budha. Inilah yang menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Selain itu, alam pedesaan nan asri serta adat budaya Jawa yang identik dengan ramah tamah, menjadi deretan pesona desa ini.

Ada pula Paseban Candi Kembar, merupakan cafetaria yang berada di sebelah timur Candi Plaosan. Paseban Candi Kembar berkonsep kafe semi modern. Bangunannya dihiasi lampion warna-warni yang terlihat indah di waktu malam.
Urusan kuliner, pelancong tak perlu khawatir. Banyak menu khas yang majib dicicipi. Misalnya, jamu tradisional, jenang kendhil, sego gudangan, sego wiwitan, dan sambel wader. Untuk cemilan boleh coba, ampyang, keripik pisang, aneka peyek, dan aneka olahan pepaya. Dijamin ketagihan.

Baca juga
Menteri Sandi Janji Masukkan Produk Ekraf Daerah ke E-Katalog Nasional

Oh iya, kalau pulang jangan lupa beli oleh-oleh khas. Berupa baju dari daur ulang sampah. Proses pembuatannya berasal dari sampah rumah tangga yang tidak dapat diurai, diolah para ibu PKK Desa Bugisan.

Yang hobi batik, bolehlah menambah koleksinya dengan produksi batik eco printing. Bahan bakunya dari alam yang ramah lingkungan. Motifnya juga alam. Pengunjung pun bisa ikut membuat batiknya.

”Ini (Candi Plaosan) sama tuanya nih (Candi Borobudur), sekitar 1.200 tahun. Candi ini merupakan alternatif. Desa Wisata Bugisan ini merupakan destinasi unggulan yang masuk ekosistem destinasi super prioritas Borobudur,” pungkas Menteri Sandi.

Baca juga
Tak Punya Dana, Rejang Lebong Gandeng Perbankan Bangun Desa Wisata

 

Tinggalkan Komentar