Senin, 08 Agustus 2022
10 Muharram 1444

Kemenkes Periksa Hasil PCR Ashanty Pastikan Terpapar Omicron atau Tidak

Jumat, 07 Jan 2022 - 15:02 WIB
Kemenkes Periksa Hasil Pcr Ashanty - inilah.com
istimewa

Ashanty terkonfirmasi COVID-19 usai melakukan perjalanan dari luar negeri, yaitu Turki. Karena itu, kemenkes periksa hasil PCR Ashanty untuk meninjaklanjuti lebih jauh apakah terdapat varian Omicron atau tidak.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi saat INILAH.COM hubungi pada Jumat, (07/01/2022), dia menjelaskan pihaknya tengah melakukan pemeriksaan lebih lanjut dari hasil tes PCR Ashanty yang terkonfirmasi positif apakah terpapar varian Omicron atau tidak.

Dari data tersebut, Nadia menjelaskan, Kemenkes periksa hasil PCR Ashanty dan akan mendapatkan intervensi dengan dua pemeriksaan. Hasil pemeriksaan  akan melewati SGTF dan WGS untuk memastikan varian apa yang terdapat dalam virus tersebut.

Baca juga
Era Pandemi COVID-19, Tantangan Gizi Membesar, Edukasi Semakin Dibutuhkan

“Sesuai prosedur yang ada semua kasus positif (Pelaku Perjalanan Luar Negeri) PPLN Kita lakukan pemeriksaan SGTF (S-gene Target Failure) dan WGS (Whole Genome Sequencing) untuk memastikan variannya,” papar Nadia kepada INILAH.COM.

Masih menurut Nadia, semua yang melakukan perjalanan luar negeri dan terkonfirmasi positif, pemerintah melakukan isolasi terpusat.

“Saat ini sedang dalam proses  pemeriksaan keduanya dan untuk melokalisir Omicron pemerintah mengambil kebijakan semua kasus positif harus melakukan isolasi terpusat di Rumah Sakit atau wisma atlet,” tambahnya.

Varian Omicron Cepat Bermutasi, Masyarakat Tahan Diri ke Luar Negeri

Sebelumnya, Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 dari Kementerian Kesehatan RI, Dr. Siti Nadia Tarmizi menghimbau masyarakat untuk menahan diri tidak bepergian ke negara-negara dengan transmisi penularan Omicron yang sangat tinggi.

Baca juga
Pasien Sembuh dari COVID-19 Terbanyak di DKI Jakarta

“Jangan egois, harus bisa menahan diri untuk tidak bepergian dulu ke negara dengan transmisi penularan COVID-19 yang sangat tinggi seperti Arab Saudi, Turki, Uni Emirat Arab, dan Amerika Serikat. Kita harus bekerjasama melindungi orang terdekat kita dari tertular COVID-19. Mari kita menahan diri,” tegas dr. Nadia.

Tinggalkan Komentar