Jumat, 27 Mei 2022
26 Syawal 1443

Kemenkes Sebut Ada Pelanggaran SOP Bumame

Kemenkes Sebut Ada Pelanggaran SOP Bumame

Kementerian Kesehatan atau Kemenkes menduga ada pelanggaran standar operasional prosedur atau SOP yang dilakukan oknum pegawai penyedia layanan test PCR dan Antigen Bumame Farmasi yang berujung kritik konsumen pada Rabu (2/2).

“Ini kalau ‘human error’ artinya ada prosedur internal dan SOP yang harus dipatuhi,” kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi yang di Jakarta, Jumat (4/2/2022).

Nadia mengatakan SOP merupakan suatu alur kerja dalam pelayanan test PCR dan Antigen yang sudah terstandarisasi serta menjadi panduan sebagai suatu petunjuk pelaksanaan.

“Jika kesalahan itu terbukti merugikan konsumen, maka perlu dilihat apakah sudah pelanggarannya,” ujarnya.

Baca juga
Menkeu: Aset Keuangan Syariah Global Akan Capai US$3,69 Triliun

Menurut Nadia Kemenkes telah menyerahkan segala bentuk pengawasan dari penyedia layanan test PCR dan Antigen kepada pemerintah daerah setempat sesuai domisili tempat usaha.

Termasuk keputusan pemberian sanksi yang sepenuhnya kewenangan pemerintah daerah setempat. “Ini sanksi dan pengawasan di pemerintah daerah,” ujarnya.

Bumame Salah Keluarkan Hasil Tes COVID-19

Sebelumnya, penyedia layanan test PCR dan Antigen Bumame Farmasi dikritik konsumen karena dugaan terjadi kesalahan dalam melaporkan hasil PCR.

Seorang konsumen perempuan berinisial Z menyampaikan kritik tersebut kepada sejumlah petugas jaga Bumame Farmasi di Sudirman Central Busines District (SCBD) Jakarta Selatan.

Z merasa dirugikan sebab terancam gagal melakukan perjalanan akibat laporan hasil tes positif COVID-19 yang diberikan petugas dalam bentuk secarik kertas. Sementara Z mengaku sama sekali belum menjalani baik tes antigen maupun PCR.

Baca juga
Jabatan Menko Luhut Nambah Lagi, Terbaru jadi Ketua Dewan Sumber Daya Air Nasional

Video terkait kritikan itu pun viral di sejumlah media sosial dan telah direspons oleh manajemen Bumame Farmasi.

Dalam keterangan resmi perusahaan yang diterima di Jakarta, Kamis (3/2) malam, Bumame Farmasi menyampaikan permohonan maaf atas kesalahan pengiriman hasil tes yang dialami Z.

“Sehubungan dengan berita yang beredar di berbagai media mengenai kesalahan administrasi di salah satu cabang Bumame Farmasi, kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang diakibatkan oleh insiden ini,” kata manajemen Bumame dalam siaran tertulis.

Bumame membenarkan peristiwa yang dialami Z karena adanya kesalahan pengiriman hasil tes kepada pelanggan yang mempunyai nama yang sama karena kesalahan administrasi dari tim Bumame di lapangan.

Baca juga
Kemenkes Ungkap Belum Ada Varian Omicron di Indonesia

Menanggapi kesalahan itu, Bumame dengan cepat dan tegas menindaklanjuti masalah tersebut dengan memperkuat SOP yang diterapkan kepada seluruh tim Bumame untuk memastikan kejadian serupa tidak akan terulang lagi.

Tinggalkan Komentar