Senin, 04 Juli 2022
05 Dzul Hijjah 1443

Kemenkes Tetapkan Harga Tes Antigen jadi Rp99 Ribu

Kamis, 02 Sep 2021 - 14:02 WIB
Kemenkes Tetapkan Harga Tes Antigen jadi Rp99 Ribu - inilah.com

Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia Abdul Kadir menjelaskan adanya penurunan harga Rapid Diagnostic Test (RDT) atau Rapid Test Antigen menjadi Rp99 ribu untuk daerah di Jawa-Bali.

Kemudian harga Rp109 ribu untuk daerah luar Jawa-Bali. Abdul Kadir menambahkan hal tersebut menjadi batasan tarif tertinggi pemeriksaan screening covid-19. Keputusan tersebut sudah disepakati bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) RI usai mempertimbangkan berbagai aspek dan penyesuaian kondisi pandemi covid-19 saat ini.

“Dari hasil evaluasi, kami sepakati bahwa batas tarif tertinggi pemeriksaan Rapid Test Antigen diturunkan menjadi Rp99 ribu untuk daerah Pulau Jawa-Bali, serta sebesar Rp109 ribu untuk daerah di luar Jawa-Bali,” kata Kadir melalui konferensi pers secara virtual yang disiarkan melalui kanal YouTube Kementerian Kesehatan RI, baru-baru ini.

Baca juga
Penelitian, Manfaat 10 Menit Berlari Tingkatkan Aktivitas Otak

Masih menurutnya, hal ini diputuskan berdasarkan beberapa evaluasi dan pertimbangan perhitungan biaya, pengambilan, hingga pemeriksaan RDT Rapid Test Antigen.

Beberapa komponen yang dimaksud yaitu jasa pelayanan atau SDM, reagen, bahan medis habis pakai (BMHP), biaya adminstrasi, overhead, dan beberapa komponen biaya lain yang disesuaikan dengan kondisi ini.

Patokan harga tarif tertinggi itu turun dari harga awal yang ditetapkan Kemenkes melalui Surat Edaran No HK.02.02/I/4611/2020 tentang Batasan Tarif Tertinggi Pemeriksaan Rapid Tes Antigen-SWAB yang dikeluarkan per tanggal 18 Desember 2020.

“Kami meminta kepada semua kepala dinas kesehatan provinsi dan dinas kesehatan kabupaten/kota untuk dapat melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pemberlakuan pelaksanaan batasan tarif tertinggi untuk pemeriksaan rapid test antigen sesuai kewenangannya masing-masing, dan sesuai ketentuan peraturan UU,” ujar Kadir.

Tinggalkan Komentar