Senin, 04 Juli 2022
05 Dzul Hijjah 1443

Kemenkeu: PMI Manufaktur Oktober Cetak Rekor, Manufaktur Bangkit dari Kubur

Senin, 01 Nov 2021 - 17:23 WIB
Kemenkeu: PMI Manufaktur Oktober Cetak Rekor, Manufaktur Bangkit dari Kubur - inilah.com
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF), Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu

Hingga Oktoer 2021, indeks PMI mencetak rekor anyar sebesar 57,2. Rekor sebelumnya terjadi pada September 2021, mencapai 52,2. Pertanda industri manufaktur di tanah air maju pesat.

Sementara indeks PMI pada Agustus 2021 mencapai 43,7.  Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF), Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu bilang, capaian indeks PMI menggambarkan kondisi usaha yang terus membaik di seluruh sektor manufaktur Indonesia. “Penurunan kasus COVID-19 yang berakibat pada pelonggaran pembatasan aktivitas disinyalir telah menyebabkan peningkatan aktivitas sektor manufaktur pada Oktober,” kata Febrio di Jakarta, Senin (1/11/2021).

Output dan permintaan baru mencatatkan rekor pada Oktober 2021, seiring dengan membaiknya situasi COVID-19 namun permintaan ekspor baru masih mengalami kontraksi karena adanya gangguan pandemi dan hambatan pengiriman.

Baca juga
Demi Harga Terjangkau, Kemenperin Sediakan 1,2 Miliar Liter Minyak Goreng Kemasan

Permintaan yang menguat membuat perusahaan manufaktur memperluas kapasitas operasi dengan meningkatkan jumlah tenaga kerja untuk pertama kali dalam empat bulan.

Meski demikian, akumulasi penumpukan pekerjaan masih sedikit meningkat karena kenaikan tenaga kerja belum dapat menutupi tingginya kenaikan permintaan.

Febrio mengatakan baik kuantitas maupun stok pembelian mencatatkan kenaikan yang mencetak rekor sedangkan stok barang menurun karena tingginya permintaan belum dapat diikuti dengan kenaikan input.

Selain itu, juga terjadi kekurangan pasokan yang menyebabkan terjadinya inflasi input dalam delapan tahun terakhir dengan banyak perusahaan menyebutkan kenaikan biaya bahan baku.

Kenaikan inflasi input ini membuat perusahaan meneruskan sebagian beban biaya kepada klien sehingga biaya output juga tercatat meningkat meski lebih lambat dibandingkan September. “Secara umum, sentimen bisnis secara keseluruhan membaik didorong harapan atas terus memulihnya situasi COVID-19,” ujarnya.

Baca juga
Kementan dan Kemenperin Terus kembangkan IKM Hilirisasi Pangan

Oleh sebab itu, pemerintah harus terus mempertahankan kerja kerasnya terkait penanganan COVID-19 dan vaksinasi agar kasus terus terkendali terutama dengan adanya libur Natal.
“Kerja sama masyarakat untuk tetap menjalankan protokol kesehatan juga harus terus didorong untuk mendukung pemulihan sektor manufaktur lebih lanjut,” tegasnya.

Tinggalkan Komentar