Rabu, 30 November 2022
06 Jumadil Awwal 1444

Kemenkeu Teropong Kenaikan Harga BBM Genjot Inflasi 2022 di Level 6,8 Persen

Senin, 05 Sep 2022 - 15:33 WIB
Penulis : Ahmad Munjin
Inflasi BBM - inilah.com
(Foto: iStockphoto.com)

Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) diteropong bakal mendorong inflasi Indonesia 2022 di kisaran 6,6 persen sampai 6,8 persen. Proyeksi tersebut datang dari Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu.

“Kita sudah hitung 1,9 persen dampaknya dari kenaikan BBM ke inflasi. Kisarannya (tahun ini) inflasi akan ada di 6,6 persen sampai 6,8 persen,” katanya di Kompleks DPR RI di Jakarta, Senin (5/9/2022).

Febrio menuturkan proyeksi inflasi tahun ini yang akan mencapai 6,6 persen sampai 6,8 persen melebihi target pemerintah sebesar 4 persen sampai 4,8 persen.

Ia menjelaskan proyeksi inflasi Indonesia tahun ini sebesar 6,6 persen sampai 6,8 persen karena adanya kenaikan harga BBM akan menyumbang inflasi sebesar 1,9 persen.

Baca juga
Paceklik Telur Ayam, Awas Harga Naik Sampai Rp30 Ribu/Kg

Sementara Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi hingga Agustus 2022 sebesar 4,69 persen (yoy) yang turun dari bulan sebelumnya sebesar 4,94 persen (yoy).

Febrio menegaskan pemerintah akan terus menjaga tingkat inflasi Indonesia hingga akhir tahun agar mampu tetap di bawah 7 persen melalui terjaganya distribusi dan harga pangan.

“Sampai akhir tahun kita berusaha akan tetap menjaga dengan semua kombinasi tadi yaitu harga pangan terjaga dan distribusinya ada sehingga harapannya (inflasi) bisa di bawah 7 persen di akhir tahun,” jelas Febrio.

Sebagai informasi, pemerintah pada Sabtu (3/9) menaikkan harga BBM Pertalite menjadi Rp10 ribu per liter dari Rp7.650 per liter, harga Solar dari Rp5.150 rupiah per liter menjadi Rp6.800 per liter serta harga Pertamax dari Rp12.500 per liter menjadi Rp14.500 per liter.

Baca juga
Beruntungnya Rakyat Malaysia, Harga BBM Tak Menguras Kantong

Kenaikan ini dilakukan karena pemerintah mengalihkan subsidi BBM menjadi bantuan sosial mengingat besaran subsidi dan kompensasi energi telah mencapai Rp502,4 triliun meliputi subsidi energi Rp208,9 triliun dan kompensasi energi Rp293,5 triliun.

Tinggalkan Komentar