Rabu, 29 Juni 2022
29 1444

Kemenkeu Terus Pantau Harga untuk Jaga Inflasi

Rabu, 18 Mei 2022 - 12:32 WIB
Penulis : Ajat M Fajar
Editor : Ibnu Naufal
Kemenkeu Terus Pantau Harga untuk Jaga Inflasi
Gedung Kemenkeu

Kementerian Keuangan atau Kemenkeu terus memantau stabilitas harga serta ketersediaan kebutuhan pangan pokok dan energi. Hal ini Kemenkeu lakukan untuk mengontrol tingkat inflasi dalam negeri seiring terjadinya disrupsi perdagangan global.

“Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk menjaga kestabilan harga dan kecukupan ketersediaan kebutuhan pangan pokok dan energi,” kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Febrio Kacaribu di Jakarta, Rabu (18/5/2022).

Febrio menyatakan langkah itu harus pemerintah lakukan mengingat lonjakan kenaikan harga komoditas khususnya energi dan pangan berpotensi mendorong kenaikan inflasi Indonesia.

Ia memastikan berbagai upaya telah dilakukan pemerintah termasuk memberikan bantalan kebijakan berupa bantuan sosial minyak goreng untuk kelompok berpendapatan rendah.

Baca juga
IMF Dinilai ‘Kepagian’ Semprot BI soal Borong Surat Utang Negara Rp831 Triliun

Febrio menjelaskan pelemahan kinerja ekonomi global termasuk yang terkait dengan lonjakan harga komoditas merupakan dampak dari konflik antara Rusia dan Ukraina.

Di sisi lain, meski disrupsi perdagangan global menekan laju pemulihan ekonomi namun ternyata Indonesia juga mendapat dampak positif dari kenaikan harga komoditas global.

Ekspor Indonesia pada April 2022 tercatat sebesar 27,32 miliar dolar AS atau tumbuh sebesar 47,76 persen (yoy) dengan migas tumbuh 48,92 persen (yoy) dan nonmigas 47,7 persen (yoy).

Tak hanya itu, ekspor sektor manufaktur yang merupakan komponen penyumbang tertinggi ekspor nonmigas pun tumbuh secara konsisten yaitu 27,92 persen (yoy).

Baca juga
Tiket Pesawat dan Bawang Merah Mahal, BI Proyeksikan Inflasi Mei 0,38 Persen

Menurut Febrio, manufaktur adalah sektor yang memiliki nilai tambah tinggi dalam perekonomian terutama dari sisi penciptaan lapangan kerja.

Oleh sebab itu, arah kebijakan pemerintah akan terus menggalakkan ekspor yang bernilai tambah tinggi dengan hilirisasi Sumber Daya Alam (SDA) Indonesia seperti besi, baja dan feronikel.

Sementara prioritas hilirisasi SDA pemerintah adalah tambang serta mineral yaitu nikel hidrat, besi dan baja, CPO yaitu margarin dan sabun mandi), migas sekaligus Batubara yaitu etilena, propilena dan lain-lain.

Tinggalkan Komentar