Kamis, 19 Mei 2022
18 Syawal 1443

KemenPUPR Bakal Kurangi Penggunaan Bahan Beton jelang KTT G20 di Bali

Penggunaan bahan beton jelang KTT G20 di Bali
Foto: Antara

Untuk pembangunan dan peningkatan infrastruktur menjelang perhelatan KTT G20 di Bali, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) akan mengurangi penggunaan bahan beton dan mengoptimalkan bahan bambu.

“Agar tidak merusak mangrove, akan mengoptimalkan penggunaan bambu, kayu dan unsur alami dan mengurangi berbahan beton dalam pembangunan, terutama untuk acara internasional di Bali,” kata Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahanan Rakyat John Wempi Wetipo, saat kunjungan di Estuari DAM Suwung, Denpasar, Bali, akhir pekan ini.

Ia mengatakan peningkatan pembangunan infrastruktur di Bali dilakukan sejak awal Januari 2022 dengan target selesai pada bulan September 2022. Sehingga pada bulan Oktober 2022, sudah siap menjadi “show case” mangrove.

Baca juga
Mandiri Institute: Akhir 2021, UMKM Malah Tancap Gas

Sebelumnya, Kementerian PUPR mengalokasikan dana Rp505,9 miliar untuk persiapan Presidensi Indonesia dalam KTT G20 di Bali.

Alokasi penggunaan salah satunya untuk rehabilitasi Waduk Muara Nusa Dua, dan pembangunan Embung Sanur. Begitu juga denga perbaikan dan preservasi Jalan dan Jembatan Simpang Pesanggaran – Nusa Dua, Jimbaran – Uluwatu. Kemudian, penataan Lanskap bundaran, pedestrian, dan median ruas jalan Bandara Ngurah Rai. Lalu, perbaikan venue, serta peningkatan jalan Simpang Siligita – Kempinski. Tak ketinggalan penataan kawasan Mangrove Tahura Ngurah Rai di Provinsi Bali.

“Untuk kegiatan penataan kawasan Mangrove Tahura Ngurah rai yang berada di kawasan Waduk Muara Nusa Dua ini meliputi pembangunan gerbang masuk, area drop off, menara pandang, pejalan kaki, area penyamaian dan area parkir sekitar waduk,” katanya.

Baca juga
Tarif Penginapan Tamu MotoGP Terserah Warga Tapi Jangan Terlalu Mahal

Selama pelaksanaan KTT G20, Indonesia berkomitmen untuk mendorong pembangunan berkelanjutan, pengendalian perubahan iklim dan pemulihan lingkungan hidup.

Pihaknya berharap dengan aksi nyata mulai dari Aksi Bersih Mangrove dapat mendorong upaya menjaga kelestarian alam secara berkelanjutan.

“Ada tugas teman-teman balai sumber daya air, Balai Cipta Karya dan Balai Bina Marga. Kami bersinergi bekerja untuk menuntaskan sebelum momentum G20,” imbuhnya.

Tinggalkan Komentar