Selasa, 09 Agustus 2022
11 Muharram 1444

Kementan Sebut Jagung Berlimpah, Mendag Lutfi Tegas Tak Ada Impor

Kamis, 23 Sep 2021 - 20:26 WIB
Kementan Sebut Jagung Berlimpah, Mendag Lutfi Tegas Tak Ada Impor  - inilah.com

Dampak mahalnya harga jagung yang berdampak kepada harga pakan ternak, pemerintah belum berencana membuka keran impor. Alasannya, Kementerian Pertanian (Kementan) menjamin persediaan jagung nasional mencukupi.

Hal itu disampaikan Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi, tidak ada rencana membuka keran impor jagung untuk pakan ternak. Keputusan ini terkait upaya stabilisasi harga di tengah peternak belakangan ini.

Keputusan itu diambil setelah rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga di Kementerian Perekonomian pada Rabu (22/9/2021). Dalam rapat tersebut, Mendag Lutfi mengatakan, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Suwandi memastikan ketersediaan jagung untuk pakan dalam negeri relatif aman.

“Enggak jadi [impor] tadi sudah kita rapati ini mau dicari dari lokal sekarang, Dirjen Tanaman Pangannya sudah menjamin ada, sekarang sedang diatur Bulog yang akan menjadi perantaranya,” kata Lutfi, Rabu (22/9/2021).

Baca juga
Ekspor Indonesia Makin Oke, Mendag Lutfi Tambah Pede

Mendag Lutfi mengatakan, Kementerian Pertanian bakal menyiapkan 30.000 ton jagung untuk pakan kepada peternak. Nantinya, dia menambahkan 30.000 ton itu bakal sampai ke petani dengan harga Rp4.500.

“Jadi yang 30.000 ton ini sudah dipenuhi akan dicarikan barangnya oleh Direktur Tanaman Pangan, subsidi akan datang dari Kemendag melalui Bulog,” kata Mendag Lutfi.

Dihubungi terpisah, Ketua Umum Asosiasi Peternak Layer Nasional Musbar Mesdi menyebutkan kebutuhan jagung pakan untuk peternak mandiri mencapai 180.000 ton per bulan.

Sementara untuk peternak dalam gabungan koperasi berkisar 28.000 ton per bulan. “Sebenarnya untuk gejolak jagung sudah mulai mereda karena pemerintah mulai mendistribusikan jagung subsidi. Kami sedang menunggu realisasinya,” kata Musbar.

Baca juga
Minyak Goreng Rp14 Ribu per Liter, Emak-Emak Serbu Minimarket

Selain berhadapan dengan harga pakan yang tinggi, Musbar menyebutkan bahwa peternak layer kini juga kesulitan menjual telur akibat lemahnya serapan pasar. Harga jual telur bahkan menyentuh Rp14.000 per kilogram di tingkat peternak, jauh dari acuan yang ditetapkan di Rp19.000 per kg sampai Rp21.000 per kg.

“Jadi selain masalah jagung, serapan telur juga rendah. Meskipun harga jagung turun nantinya, tidak ada kepastian pasar menyerap,” tambahnya.

Data Kementerian Pertanian menunjukkan stok jagung per 6 September 2021 berjumlah 2,61 juta ton. Stok paling banyak berada di Jawa Timur, yakni 755.507 ton yang sebanyak 203.969 ton di antaranya berada di pabrik pakan.

Baca juga
Cek Stabilitas Harga Sembako, Mendag Zulhas Borong Cabai hingga Daging Ayam di Pasar Cibinong

Sementara dari 405.347 ton stok yang berada di Jawa Tengah, stok di pengepul mencapai 297.520 ton dan di pabrik pakan 106.332 ton.

Tinggalkan Komentar