Sabtu, 13 Agustus 2022
15 Muharram 1444

Kementerian PUPR Gelar Sayembara Desain Istana Wapres hingga Komplek Peribadatan

Minggu, 27 Mar 2022 - 05:07 WIB
93269 Ilustrasi Desain Kantor Istana Kepresidenan Yang Akan Dibangun Di Ikn Kaltim Istimewa - inilah.com
lustrasi Desain Kantor Istana Kepresidenan Yang Akan Dibangun Di Ikn Kaltim (Istimewa)

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI mengggelar sayembara konsep perancangan empat bangunan ikonik Ibu Kota Nusantara.

Diantaranya, desain Istana Wakil Presiden, komplek perkantoran legislatif, komplek perkantoran yudikatif dan komplek peribadatan di Kalimantan Timur.

“Sekarang Kementerian PUPR diminta untuk membuat bangunan lanjutan yang ada di IKN agar masyarakat bisa berpartisipasi dalam membuat desain, dengan adanya sayembara akan diikuti ahli perancangan pembangunan,” ujar Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti dalam konferensi pers, Sabtu (26/3/2022).

Kementerian PUPR, menurut Diana sedang menindaklanjuti masterplan pembangunan IKN yang dibuat Bappenas sehingga kriteria dan kualifikasi desain sayembara sesuai dengan ketentuan yang telah disusun.

“Karena mode kita ialah menciptakan kota masa depan yang berbasis pada kepulauan dan memperlihatkan simbol transformasi dan kemajuan,” tambah Diana yang juga menjadi Ketua Tim Sayembara.

Baca juga
Foto: Rapat Paripurna DPR Sahkan RUU Ibu Kota Negara (IKN) menjadi Undang-Undang

Diana menjelaskan, dalam konsep perancangan desain empat bangunan ikonik di IKN ini mesti didukung tiga pilar utama.

“Mencerminkan identitas bangsa dan nasional, seperti saat sayembara sebelumnya yang terdapat adanya Danau Pancasila. Lalu, adanya jaminan keberlanjutan sosial, ekonomi dan lingkungan serta berkomitmen dalam menciptakan kota yang cerdas, modern dan bertaraf internasional,” jelasnya.

Tim sayembara diketuai Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti dan beranggotakan 9 orang yang tertuang dalam surat Keputusan Menteri PUPR nomor 270/KPTS/M/2022.

Selain itu, dalam surat tersebut juga dicantumkan juga tim juri yang berasal dari lintas sektor dan latar belakang pendidikan yang berbeda serta dibagi sesuai dengan empat kategori konsep perancangan empat bangunan ikonik di IKN.

Baca juga
Kementerian PUPR Lanjutkan Pembangunan Bendung Wanggar di Kabupaten Nabire

Keempat ketua tim juri berasal dari praktisi dibidang arsitektur dan dibantu 8 orang yang terdiri dari Ikatan Arsitek Indonesia, akademisi, ahli fisika bangunan, perwakilan lembaga dan tokoh masyarakat.

Para peserta memperebutkan total hadiah sebesar Rp 3,4 miliar dengan masing-masing kategori akan memperebutkan hadiah uang tunai sebesar Rp 500 juta untuk juara pertama, Rp 250 juta bagi juara kedua dan Rp 100 juta untuk juara ketiga.

Tinggalkan Komentar