Kementerian PUPR Lakukan Uji Beban Jembatan Permanen Wai Kaka

Kementerian PUPR Lakukan Uji Beban Jembatan Permanen Wai Kaka - inilah.com

Untuk
mendukung kelancaran transportasi dan distribusi logistik di Provinsi Maluku,
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan
konstruksi Jembatan Wai Kaka di Kabupaten Seram Bagian Barat. Kementerian PUPR
melalui Tim Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ), Direktorat
Jembatan, dan Balai Jembatan Direktorat Jenderal Bina Marga telah melakukan uji
beban untuk mendapatkan sertifikat laik fungsi jembatan.

Menteri PUPR
Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan jalan dan jembatan memiliki peran
penting sebagai tulang punggung pengembangan konektivitas antar-wilayah dalam
rangka memperlancar distribusi logistik di Indonesia. “Konektivitas yang
semakin lancar akan mengurangi biaya angkut kendaraan logistik dan mendorong
pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Menteri Basuki.

Jembatan Wai
Kaka dibangun oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XVI Maluku, memiliki
panjang 100 meter dan lebar lantai jembatan 7 meter. Jembatan ini juga
dilengkapi dengan trotoar selebar 1 meter di sisi kanan dan kiri. Konstruksi
jembatan menggunakan pondasi tiang pancang baja dengan tipe bangunan bawah
menggunakan 2 abutment tanpa pilar dan tipe bangunan atas berupa RBI tipe A.

Direktur
Jembatan Ditjen Bina Marga Yudha Handita Pandjiriawan mengatakan bahwa Jembatan
Wai Kaka termasuk jembatan khusus. Untuk itu perlu dilakukan sertifikasi laik
fungsi jembatan sebelum beroperasi.

“Bentang
jembatan 100 meter itu termasuk jembatan khusus, jadi harus mendapat
sertifikasi uji laik fungsi. Hasil uji beban hari ini akan dibahas oleh seluruh
anggota KKJTJ. Kalau semua anggota oke, Pak Menteri PUPR akan mengeluarkan
sertifikat laik fungsi, baru jembatan bisa dioperasikan,” ujar Yudha.

Uji beban
dilakukan menggunakan 18 truk dengan berat masing-masing sebesar 17,92 ton
sehingga total berat 322 ton yang digunakan untuk menguji beban jembatan.

Jembatan Wai
Kaka memiliki lokasi yang strategis karena berada di jalur utama Trans Seram
yang merupakan salah satu akses darat penting menghubungkan tiga kabupaten di
Pulau Seram, yakni Kabupaten Seram Bagian Barat, Kabupaten Maluku Tengah dan
Kabupaten Seram Bagian Timur.

Jembatan Wai
Kaka sempat putus akibat diterjang banjir pada Juni 2020 silam. Selama
pembangunan jembatan permanen ini, Kementerian PUPR juga membangun jembatan
darurat  rangka bailey 3 x 30 meter.
Dengan tersambungnya kembali jembatan, diharapkan dapat memperlancar
transportasi dan distribusi logistik bagi masyarakat setempat sehingga bisa
membantu menggerakan roda perekonomian wilayah [adv]

Baca juga  Orasi Dies Natalies Universitas Hasanuddin, Menteri Basuki Sampaikan Ini
MicrosoftInternetExplorer4

Tinggalkan Komentar