Senin, 16 Mei 2022
15 Syawal 1443

Kementerian PUPR Segera Pulihkan Infrastruktur Pascabencana NTT dan NTB

Kementerian PUPR
Dokumentasi Kementerian PUPR

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) secara bertahap terus menyelesaikan rehabilitasi dan rekonstruksi fasilitas umum dan fasilitas sosial pascabencana Badai Siklon Tropis Seroja dan Banjir Bandang di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB). 

Total terdapat 563 kegiatan pembangunan infrastruktur terdampak di kedua provinsi tersebut dengan progres keseluruhan saat ini sekitar 87,81 persen.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa rehabilitasi dan rekonstruksi pada wilayah terdampak bencana di NTT dan NTB tidak hanya membangun kembali rumah yang rusak, tetapi sebagai upaya untuk membangun kembali permukiman baru yang tangguh terhadap bencana.

“Pendekatannya adalah build back better, tidak sekadar membangun dengan kerentanan yang sama terhadap bencana, tetapi membangun lebih baik dan lebih aman dari sebelumnya,” kata Menteri Basuki, seperti yang ditulis dari siaran pers, Jakarta, Sabtu, (12/03/2022).

Baca juga
Neraca Transaksi Berjalan Bawa IHSG ke Rekor Tertinggi Sepanjang Masa
Kementerian PUPR
Dokumentasi PUPR

Ketua Satgas Penanganan Bencana Kementerian PUPR di NTT dan NTB Widiarto mengatakan, seluruh kegiatan pada 38 lokasi di Provinsi NTB sudah selesai dan untuk Provinsi NTT 525 kegiatan/lokasi telah diselesaikan 461 kegiatan. Sedangkan sisa kegiatan di 24 lokasi diharapkan dapat segera diselesaikan.

“Khusus kegiatan relokasi permukiman, dari 2.214 unit di 20 Desa, 8 Kabupaten/Kota, telah selesai 4 lokasi sebanyak 515 unit, yaitu di Desa Waesasa Kabupaten Lembata NTT sebanyak 173 unit, Desa Oyang Barang Adonara Kabupaten Flores Timur NTT 50 unit, Desa Tambe Kabupaten Bima NTB 185 unit, dan Desa Daha Kabupaten Dompu NTB 107 unit,” kata Widiarto.

Baca juga
INDEF: Alihkan Insentif Pajak Otomotif dan Properti ke Pertanian Sebelum Ambyar

Widiarto menyebutkan, sisa kegiatan di 24 lokasi tersebut diantaranya rehab Bendung Haekesak & Sub DI Beabo Kabupaten Belu dengan progres 99,10 persen, Bendung Mena 98,97 persen, Bendung Kambaniru & Jaringan Irigasi Kabupaten Sumba Timur 98,6 persen, Bendung Waisika Kabupaten Alor 99,3 persen, Bendung  Mainang Cs Kabupaten Alor 99,1 persen, Jembatan  Termanu  Kabupaten Kupang 99,74 persen, Jembatan Sungai Siumate Besar Kabupaten Kupang 99,19 persen, SD Wardabi Kabupaten Alor 30,13 persen.

Sisanya terdapat kegiatan relokasi permukiman yang tersebar di sejumlah desa di Kabupaten Kupang, Kota Kupang, Kabupaten Sumba Timur, Kabupaten Lembata, Kabupaten Flotim, dan Kabupaten Alor.

Baca juga
Refocusing Anggaran Kementerian PUPR Lampaui Target Serapan

Secara keseluruhan, dukungan pembangunan huntap Kementerian PUPR di Provinsi NTT sebanyak 1.922 unit meliputi Kabupaten Lembata 700 unit, Flores Timur (Adonara) 300 unit, Alor 386 unit, Sumba Timur 194 unit, Kota Kupang 173 unit, dan Kabupaten Kupang 169 unit. Sementara untuk Provinsi NTB sebanyak 292 unit tersebar di Kabupaten Dompu 107 unit dan Kabupaten Bima 185 unit.

Kementerian PUPR
Dokumentasi Kementerian PUPR

Program kegiatan pembangunan relokasi permukiman ini merupakan tindak lanjut dari perintah langsung Presiden Joko Widodo kepada Kementerian PUPR sebagai respons cepat terjadinya bencana Badai Seroja pada 4 April 2021 lalu.

Tinggalkan Komentar