Kementerian PUPR Tambah Penjaga Kedaulatan NKRI di Kalbar

Kementerian PUPR Tambah Penjaga Kedaulatan NKRI di Kalbar - inilah.com

Kementerian
Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah menyelesaikan pembangunan Pos
Lintas Batas Negara (PLBN) Jagoi Babang di Kabupaten Bengkayang Provinsi
Kalimantan Barat (Kalbar) guna memperkuat kedaulatan Negara Kesatuan Republik
Indonesia (NKRI) di perbatasan sebagai garda terdepan.

Menteri PUPR
Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan kawasan perbatasan merupakan
instruksi Presiden Joko Widodo dalam mendukung kegiatan sosial-ekonomi
masyarakat sebagai beranda terdepan Indonesia. Pengembangan PLBN tidak hanya
menjadi kebanggan Bangsa Indonesia sebagai bangsa besar, tetapi yang terpenting
sekali adalah fungsi pertahanan keamanan dan sekaligus sebagai pusat
pertumbuhan ekonomi baru di wilayah perbatasan Indonesia.

“Pembangunan
PLBN tidak hanya sebagai gerbang masuk namun menjadi embrio pusat pertumbuhan
ekonomi wilayah yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan,”
kata Menteri Basuki.

Konstruksi
PLBN Jagoi Babang mulai dikerjakan Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana
Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Kalbar Direktorat Jenderal Cipta Karya sejak
27 November 2020 dengan anggaran senilai Rp 207,35 miliar yang bersumber dari
APBN tahun jamak 2020-2022 (MYC). Saat ini konstruksinya telah mencapat 26,71%
dan ditargetkan akan rampung pada 19 Juli 2022.

Untuk
meningkatkan kualitas layanan PLBN dibangun berbagai fasilitas utama meliputi
pos pemeriksaan imigrasi, x-ray, gerbang dan monumen TASBARA, gudang barang
sita, bangunan disinfeksi kendaraan, dan menara pengawas; serta fasilitas
pendukung meliputi pasar perbatasan, mess pegawai PLBN, bangunan Wisma
Indonesia, mini terminal, dan sarana peribadatan.

Berdasarkan
data yang dicatat Pos TPI Imigrasi Aruk pada Maret 2020, jumlah pelintas PLBN
Jagoi Babang berkisar 100-150 orang per minggu. Keberadaan PLBN Jagoi Babang
memiliki nilai strategis sebagai beranda terdepan Indonesia karena hanya
berjarak sekitar 60 km dengan Ibukota Negara Bagian Sarawak, Malaysia Timur,
yang dapat ditempuh hanya dengan 1,5 jam perjalanan.  Bandingkan dengan jarak tempuh dari Kota
Pontianak menuju ke lokasi mencapai 270 km atau sekitar kurang lebih 7 jam
dengan mengendarai mobil.

Pembangunan
PLBN merupakan wujud nyata implementasi dalam membangun Indonesia dari
pinggiran dalam rangka menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia
(NKRI). Untuk itu, pembangunan infrastruktur tidak hanya terkonsentrasi di
Pulau Jawa atau kota-kota besar saja, melainkan juga di kawasan perbatasan
maupun di pulau-pulau terdepan Nusantara, termasuk di Kabupaten Bengkayang
Provinsi Kalimantan Barat.

Kepala Balai
Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Kalimantan Barat Deva Kurniawan
Rahmadi mengatakan, BPPW Provinsi Kalimantan Barat mendorong percepatan
penyelesaian konstruksi PLBN Jagoi Babang pada bulan Juli 2022, untuk
selanjutnya dapat dilakukan serah terima aset agar dapat berfungsi optimal dan
dikelola lebih lanjut oleh BNPP RI.

Tidak hanya
PLBN Jagoi Babang, sebelumnya Kementerian PUPR juga telah menyelasaikan
pembangunan tiga PLBN lainnya di Provinsi Kalimantan Barat yaitu, PLBN Entikong
di Kabupaten Sanggau, PLBN Aruk di Kabupaten Sambas, dan terakhir PLBN Badau di
Kabupaten Kapuas Hulu. [adv]

Baca juga  Diresmikan Presiden, Rusun Pasar Rumput dengan Keistimewaan Konsep Terpadu
MicrosoftInternetExplorer4

Tinggalkan Komentar