Jumat, 02 Desember 2022
08 Jumadil Awwal 1444

Kemlu Tuntut Papua Nugini Terkait Penembakan Nelayan RI

Kamis, 25 Agu 2022 - 17:01 WIB
Penulis : Fadly Zikry
Kapal Nelayan indonesia protes papua nugini - inilah.com
(Foto: dok Polres Merauke)

Kementerian Luar Negeri RI menuntut investigasi terkait insiden penembakan seorang nelayan Indonesia oleh aparat keamanan Papua Nugini.

Permintaan tersebut telah disampaikan Kemlu RI kepada Kuasa Usaha ad Interim Kedutaan Besar Papua Nugini di Jakarta pada Rabu (24/8/2022).

“Kemlu meminta penjelasan kepada pemerintah Papua Nugini atas insiden penembakan ini dan meminta dilakukan investigasi secara menyeluruh dan diterapkannya hukuman secara tegas jika ditemukan pelanggaran prosedur, termasuk kemungkinan penggunaan kekuatan yang berlebihan (excessive use of force),” kata Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu Judha Nugraha kepada media secara daring, Kamis (25/8/2022).

Pemerintah Indonesia sangat menyesalkan insiden penembakan yang terjadi pada 22 Agustus 2022 terhadap Sugeng yang merupakan nakhoda KMN Calvin 02.

Baca juga
Belasan Jam 'Ngapung' di Laut, Nelayan di Padang Berhasil Diselamatkan Tim SAR

Kemlu juga meminta informasi mengenai penahanan dua kapal lainnya yaitu KMN Arsila 77 yang diawaki tujuh orang kru dan KMN Baraka Paris yang diawaki enam orang kru oleh otoritas Papua Nugini.

“Kemlu meminta akses kekonsuleran segera diberikan untuk dapat menemui para nelayan,” tutur Judha.

Sebagai tanggapan, kata Judha, Kuasa Usaha ad Interim Kedubes Papua Nugini menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Almarhum Sugeng.

“Kedubes Papua Nugini mengonfirmasi adanya patroli rutin pada saat insiden terjadi. Berbagai permintaan Indonesia pun akan segera disampaikan kepada pihak-pihak terkait di Port Moresby,” kata Judha, merujuk pada ibu kota Papua Nugini.

Baca juga
Thailand Open 2022: The Daddies Kandas, Indonesia Sisakan Satu Wakil di Semifinal

Lebih lanjut, Dubes RI untuk Papua Nugini Andriana Supandi telah melakukan komunikasi dengan berbagai pejabat pemerintah Papua Nugini. KBRI Port Moresby juga sudah menyampaikan nota diplomatik secara resmi untuk menyampaikan berbagai perhatian Indonesia.

Sebelumnya, tentara Papua Nugini (PNGDF) diduga menembak kapal nelayan asal Merauke, Papua, yang masuk ke perairan Papua Nugini.

Berdasarkan laporan awal yang diterima pada 22 Agustus, terungkap ada tiga kapal nelayan yang menangkap ikan di perairan Papua Nugini, dua kapal berhasil ditangkap dan satu kapal melarikan diri.

Ketika mencoba melarikan diri, kapal tersebut ditembak hingga mengenai salah satu nelayan bernama Sugeng.

Tinggalkan Komentar