Kamis, 19 Mei 2022
18 Syawal 1443

Kempit Laba Bersih Rp3,03 Triliun, Ini Target Harga Fundamental Saham BRIS

Ini Target Harga Fundamental Saham BRIS- inilah.com
Foto: Inilah.com/Didik Setiawan

Setelah menorehkan kinerja keuangan yang cemerlang untuk full year 2021, harga fundamental saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) ditaksir Rp1.760 per unit saham. Namun, secara teknikal, saham bank syariah ini potensial menguat menuju 1.950 hingga 2.000.

Pada Rabu (2/2/2022) saham BRIS menutup perdagangan di angka stagnan 1.545 dari penutupan hari sebelumnya. Harga tertingginya di 1.590 dan terendah 1.530 dari posisi pembukaan di angka tertingginya tersebut.

Pengamat dan praktisi pasar modal syariah, Asep Muhammad Saepul Islam mengatakan, potensi saham BRIS secara fundamental masih bagus. “Sebab, ruang pertumbuhan bank syariah masih sangat besar,” katanya kepada Inilah.com melalui pesan WhatsApp usai mengajar di MAN 3 Cianjur Jawa Barat, Rabu (2/2/2022) sore.

Menurut pendiri komunitas Syariah Saham ini, target harga terdekat saham BRIS berada di kisaran 1.950 hingga 2.000 berdasarkan analisis teknikal dengan menggunakan Moving Average (MA) 200 hari alias MA200.

Baca juga
Wall Street Ditutup Naik Moderat setelah Inflasi AS Berada di Level Tertinggi dalam Beberapa Dekade

“Tapi, secara fundamental, dari perhitungan saya nilai wajarnya di kisaran 1.760 per unit saham,” ujarnya yang kerap dipanggil Mang Amsi ini.

Rasio-rasio Keuangan Fundamental

Mang Amsi yang juga pengelola portal Syariahsaham.com, mendasarkan harga wajar tersebut kepada laporan terbaru kinerja keuangan emiten bank syariah BUMN ini untuk full year 2021 di mana laba bersih per saham di kisaran Rp74 per unit saham.

Dengan demikian, lanjut dia, di harga Rp1.545, rasio Price to Earning Ratio (PER) saham BRIS sekitar 21 kali. Sementara itu, nilai buku bertenger di Rp608 sehingga rasio Price to Book Value (PBV) di kisaran 2,54 kali dengan Return on Equity (ROE) sebesar 12,11%.

Baca juga
Bank Mandiri Kupang Tetap Buka Selama Libur Lebaran

Total aset BRIS sebesar Rp265 triliun dan total liabilitas Rp240 triliun sehingga ekuitas saham ini sebesar Rp25 triliun.

“Kinerja tersebut masih sedikit di bawah BTPS, tapi unggul jauh di atas PNBS dan BANK secara profitabilitas. Tapi, perbandingan ini belum merefleksikan angka terkini karena BTPS, PNBS, dan BANK belum merilis kinerja keuangannya untuk full year 2021,” imbuhnya.

Pada Rabu (3/2/2022), BSI melaporkan torehan kinerja positif di tahun pertama sejak merger pada Februari 2021. Perseroan mengantongi laba bersih mencapai Rp3,03 triliun naik 38,42% secara year on year (YoY) pada kuartal IV-2021. Raihan impresif itu sejalan dengan konsistensi BSI dalam membangun pondasi, tranformasi digital dan pengembangan ekosistem halal di Indonesia.

Baca juga
Pemerintah Bantah Empat Orang WNI di Bekasi Tertular Varian Omicron

Total penyaluran pembiayaan mencapai Rp171,29 triliun atau naik sekitar 9,32% secara YoY dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp156,70 triliun. Rinciannya, pembiayaan konsumer mencapai Rp82,33 triliun, naik sekitar 19,99% secara YoY dari sebelumnya yang sebesar Rp 68,61 triliun.

Begitu juga dengan pembiayaan gadai emas yang bertumbuh 12,92% secara YoY. Sementara itu pembiayaan mikro tumbuh 12,77% dan pembiayaan komersial tumbuh 6,86%. Dari sisi kualitas pembiayaan, BSI mencatatkan NPF Nett yang membaik menjadi 0,87% pada Desember 2021.

Disclaimer: Pelajari dengan teliti sebelum membeli atau menjual saham. Inilah.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan investor.

Tinggalkan Komentar