Kenali Nyeri Wajah yang Menyiksa Hidup

Kenali Nyeri Wajah yang Menyiksa Hidup  - inilah.com
istimewa

Nyeri wajah sebelah bisa dikatakan seperti tertusuk jarum, panas terbakar, kesetrum, tersayat-sayat dan menimbulkan rasa nyeri yang menyiksa. Serangan nyeri yang tidak tertahankan kadang membuat penderita tidak mampu melakukan sesuatu.

Serangan nyeri wajah sebelah akan timbul bila saraf trigeminus tertekan atau bergesekan dengan pembuluh darah yang ada di dekatnya. Setiap kali pembuluh darah berdenyut, saraf akan tertekan dan inilah pemicu nyeri yang paling hebat.

“Gesekan atau tekanan terus menerus ini lama kelamaan akan menyebabkan kerusakan lapisan myelin yang berfungsi sebagai mantel pelindung saraf,” kata dr, Mustaqim Prasetya, SpBS, FINPS, Jakarta, Senin, (18/10/2021).

Bila lapisan pelindung ini rusak, maka cetusan arus listrik pun bisa muncul sehingga penderita akan merasakan nyeri yang tertusuk, kesetrum, terbakar, tersayat.

Tumor, kelainan pembuluh darah, perlengketan, dan masalah autoimun juga dapat menyebabkan nyeri wajah sebelah.

Baca juga  Pengiriman Sejumlah Varian iPhone 13 Mundur Hingga Oktober

Untuk mengatasi hal tersebut, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang radiologi, yaitu MRI, guna memastikan diagnosis dan menyingkirkan penyakit lain yang juga menyebabkan nyeri pada wajah selain trigeminal neuralgia. Misalnya sinusitis, cluster headache, glaukoma, migrain dan lainnya.

Kemudian, dokter menentukan langkah-langkah pengobatan bila dari hasil MRI menunjukkan diagnosis trigeminal neuralgia.

Nyeri wajah sebelah yang satu ini biasanya tidak merespons atau tidak mempan dengan pemberian antinyeri biasa. Antiepilepsi biasanya seringkali diresepkan dokter sebagai langkah awal untuk membantu mengatasi nyeri tak tertahankan ini.  

Ketika obat tidak membantu atau nyeri masih menetap, maka dokter akan menganjurkan langkah berikutnya untuk menyembuhkan nyeri akibat trigeminal neuralgia dengan metode PRFR atau Percutaneous Radio Frequency Rhizotomy.

Baca juga  Nissan Leaf Kian Mantap Menyambut Era Mobil Listrik di Indonesia

PRFR atau istilah lainnya radiofrekuensi ablasi dapat menjadi salah satu solusi pada nyeri wajah sebelah trigeminal neuralgia.

Teknologi PRFR ini memiliki tingkat keberhasilan yang cukup baik. Dan pada kebanyakan kasus pascatindakan pasien tidak perlu minum obat penghilang nyeri saraf lagi.

Selain itu, teknologi radiofrekuensi ablasi ini dapat menjadi pilihan bagi penderita nyeri wajah sebelah yang enggan atau takut melakukan tindakan bedah setelah menimbang risiko operasi.

Tindakan PRFR atau radiofrekuensi ablasi merupakan salah satu bentuk interventional pain management (IPM) yang dilakukan dengan mengalirkan gelombang panas radiofrekuensi ke cabang saraf trigeminal sesuai dengan daerah wajah yang mengalami nyeri.

Pada radiofrekuensi ablasi, gelombang panas (thermal) yang dihasilkan arus listrik akan memblokir rasa nyeri agar tidak dialirkan melalui saraf ke otak sehingga penderitanya tidak lagi merasakan nyeri pada wajahnya.

Baca juga  COVID-19 dan TBC Punya Gejala Sama

Gelombang radiofrekuensi ini dihasilkan oleh alat khusus dan dihantarkan melalui jarum yang juga didesain secara khusus ke cabang saraf trigeminal yang berada pada dasar tengkorak dengan panduan alat fluoroskopi (X-Ray).

Keunggulan PRFR ini bersifat selektif sehingga dokter dapat memilih cabang saraf trigeminal yang mana yang akan dimatikan sehingga nyeri pun hilang.

“Nyeri wajah sebelah trigeminal neuralgia bisa sembuh dengan PRFR. Teknologi ini dapat dilakukan pada kasus pasien yang tidak memungkinkan dilakukan operasi karena kondisinya tidak memungkinkan secara medis, pernah terapi bedah namun gagal dan pada kasus serangan nyeri akut yang hebat yang perlu penanganan segera,” papar dr. Mustaqim lebih lanjut.

Tinggalkan Komentar