Jumat, 01 Juli 2022
02 Dzul Hijjah 1443

Kenali Ramsay Hunt Syndrome yang Dialami Justin Bieber

Minggu, 12 Jun 2022 - 02:30 WIB
Ramsay Hunt Justin Bieber - inilah.co
(Instagram @justinbieber)

Penyanyi pop dunia Justin Bieber mengabarkan dirinya mengidap penyakit Ramsay Hunt Syndrome (RHS). Ia mengalami penyakit langka yang membuat kelumpuhan pada setengah wajahnya. Bagaimana penyakit ini menyerang dan apa saja gejalanya?

“Aku tak percaya harus mengatakan ini. Aku sudah melakukan banyak hal agar sembuh dari penyakitku. Namun sakitku makin parah,” katanya melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya @justinbieber.

Dalam postingan video itu, Bieber menunjukkan bahwa dia hampir tidak bisa menggerakkan satu sisi wajahnya. Ia menyebut penyakitnya ‘cukup serius’. “Bagi kalian yang frustasi dengan pembatalan konser berikutnya, aku hanya secara fisik, jelas tidak mampu melakukannya,” ucap Beiber.

Karena masalah itu, penyanyi berusia 28 tahun tersebut mengumumkan untuk menunda rangkaian konser Justice World Tour 2022 yang akan digelar di Toronto, Washington DC, dan New York dalam waktu dekat ini.

Pelantun Peaches itu mengatakan sedang melakukan latihan pada wajahnya dan meluangkan waktu untuk beristirahat agar bisa membantu proses penyembuhan pada penyakitnya itu.

Ramsay Hunt Justin Bieber

Apakah penyakit Sindrom Ramsay Hunt (RHS) atau dikenal juga dengan herpes zoster oticus ini? Penyakit ini terjadi ketika virus herpes zoster mempengaruhi saraf wajah di dekat salah satu telinga Anda. Selain ruam herpes zoster yang menyakitkan, RHS dapat menyebabkan kelumpuhan wajah dan gangguan pendengaran di telinga yang terkena.

Sindrom ini disebabkan oleh virus yang sama yang menyebabkan cacar air. Setelah cacar air sembuh, virus masih hidup di saraf Anda. Bertahun-tahun kemudian, virus itu dapat aktif kembali. Ketika itu terjadi, dapat mempengaruhi saraf wajah. Karena itu, ketika terkena cacar air sebaiknya segera melakukan pemeriksaan kesehatan dengan dokter untuk meminimalisir terserangnya sindrom ini.

Baca juga
Resmi Dikukuhkan, Ketum PBNU: Mari Bekerja dengan Nyata

RHS sering dijumpai pada pasien berusia dewasa, baik laki-laki maupun perempuan. Namun dalam beberapa kasus yang jarang ditemukan sidrom ini juga menyerang anak-anak.

Temuan Dokter James Ramsay Hunt

Penyakit ini dinamai Ramsay Hunt Syndrome (RHS) terkait nama seorang dokter yakni James Ramsay Hunt, yang pertama kali menggambarkan gangguan tersebut pada tahun 1907. Gangguan ini juga kadang-kadang dikenal sebagai herpes zoster oticus karena ruam telinga yang khas.

Namun, beberapa dokter menggunakan herpes zostic oticus hanya untuk ruam telinga dan Ramsay Hunt Syndrome atau RHS untuk kombinasi ruam telinga dan kelumpuhan wajah.

RHS adalah gangguan neurologis langka yang ditandai dengan kelumpuhan saraf wajah (kelumpuhan wajah) dan ruam yang mempengaruhi telinga atau mulut. Kelainan telinga seperti telinga berdenging (tinnitus) dan gangguan pendengaran juga dapat terjadi.

Ramsay Hunt Justin Bieber

Mengutip Rarediseases.org, RHS disebabkan oleh virus varicella-zoster (VZV), virus yang sama yang menyebabkan cacar air pada anak-anak dan herpes zoster pada orang dewasa. Dalam kasus RHS, virus varicella-zoster yang sebelumnya tidak aktif (tidak aktif) diaktifkan kembali dan menyebar untuk mempengaruhi saraf wajah.

Ada beberapa gejala yang bisa kita cermati dari penyakit ini. Mengutip Mayoclinic, ada dua tanda atau gejala utama dari penyakit. Pertama adalah ruam merah menyakitkan yang melepuh berisi cairan di sekitar satu bagian telinga. Kedua adalah kelemahan wajah atau kelumpuhan pada sisi yang sama dengan telinga yang terkena.

Biasanya, ruam dan kelumpuhan wajah terjadi secara bersamaan. Terkadang satu bisa terjadi sebelum yang lain. Ada pula yang tidak mengalami ruam. Jika Anda memiliki RHS, Anda mungkin juga mengalami, sakit telinga, gangguan pendengaran, telinga berdenging (tinnitus), kesulitan menutup satu mata, sensasi berputar atau bergerak (vertigo), perubahan persepsi rasa atau hilangnya rasa serta mulut dan mata kering.

Baca juga
Liverpool Tertahan, Gelar Juara bisa Melayang

Dalam beberapa kasus, individu yang terkena mungkin mengalami hyperacusis, suatu kondisi di mana suara tampak lebih keras (seringkali secara dramatis) dari biasanya. Hal ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan yang luar biasa bagi individu yang terkena. Gejala tambahan yang mungkin ada termasuk mual dan muntah.

Kadang-kadang, virus dapat menyebar ke saraf lain, atau bahkan ke otak dan sumsum tulang belakang. Sehingga pada akhirnya dapat menyebabkan kebingungan, mengantuk, sakit kepala, kelemahan anggota badan hingga nyeri saraf.

Populasi yang Terkena RHS

RHS mempengaruhi pria dan wanita dalam jumlah yang sama. Siapa pun yang pernah menderita cacar air berpotensi mengembangkan sindrom Ramsay Hunt. Namun, kebanyakan kasus mempengaruhi orang dewasa yang lebih tua, terutama mereka yang berusia di atas 60 tahun. RHS yang menyerang anak-anak sangat jarang terjadi.

Hanya sekitar 5-10 dari setiap 100.000 orang akan mengembangkan Sindrom Ramsay Hunt setiap tahun di Amerika Serikat.

“Itu bisa terjadi pada siapa saja,” kata Dr Waleed Javaid, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Mount Sinai Downtown di New York. “Tapi itu bukan sesuatu yang harus ditakuti.”

Gangguan ini adalah penyebab paling umum kedua dari kelumpuhan wajah perifer atraumatik. Beberapa peneliti percaya kasus Ramsay Hunt Syndrome seringkali tidak terdiagnosis atau salah didiagnosis sehingga sulit untuk menentukan sebenarnya gangguan pada populasi umum.

Baca juga
Gelombang Omicron Mulai Menjalar di Benua Eropa

Faktor Risiko dan Pencegahan

Sindrom ini tidak menular. Namun, reaktivasi virus varicella-zoster dapat menyebabkan cacar air pada orang yang belum pernah menderita cacar air atau telah divaksinasi. Infeksi bisa serius bagi orang yang memiliki masalah sistem kekebalan.

Meskipun tidak menular sebaiknya hindari kontak fisik dengan penderita ini yang mengalami ruam melepuh terutama untuk siapapun yang belum pernah menderita cacar air atau yang belum pernah mendapatkan vaksin cacar air. Juga termasuk siapapun yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, bayi baru lahir serta wanita hamil.

Pengobatan RHS secara cepat dapat mengurangi risiko komplikasi, yang dapat mencakup kelemahan otot wajah permanen dan ketulian. Pengobatan sindrom ini biasanya melibatkan obat antivirus. Namun, meskipun dilakukan terapi, biasanya masih tersisa kelumpuhan di wajah dan gangguan pendengaran yang dapat menjadi permanen dalam beberapa kasus.

Individu dengan RHS perlu berhati-hati untuk mencegah cedera kornea karena ketidakmampuan untuk menutup mata dengan benar dapat membuat kornea mengalami pengeringan abnormal dan iritasi benda asing. Air mata buatan dan salep pelumas dapat diresepkan untuk melindungi kornea.

Untuk menghindari penyakti ini sebaiknya anak-anak secara rutin divaksinasi cacar air, yang sangat mengurangi kemungkinan terinfeksi virus cacar air. Vaksin herpes zoster untuk orang berusia 50 tahun atau lebih juga dianjurkan. [ikh]

Tinggalkan Komentar