Sabtu, 21 Mei 2022
20 Syawal 1443

Kenali Sejumlah Mitos dan Fakta tentang Omicron

Mitos Fakta Omicron
(ilustrasi)

Di tengah lonjakan kasus penularan virus COVID-19 varian Omicron di sejumlah negara, termasuk Indonesia, banyak beredar informasi simpang siur seputar virus tersebut.

Hal ini tentunya sangat berbahaya lantaran bisa berpotensi menghambat upaya memutus penyebaran COVID-19.

Oleh karena itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) membeberkan sejumlah mitos dan fakta terkait COVID-19 varian Omicron demi meluruskan kesalahpahaman informasi di tengah masyarakat:

Mitos:
Omicron hanya memicu gejala ringan

Fakta:
Gejala varian Omicron tidak separah varian Delta. Meskipun begitu, Omicron tak boleh diremehkan lantaran bisa memicu risiko kematian, terutama bagi kelompok yang belum divaksin serta rentan (lansia dan komorbid).

Baca juga
Tujuh Cara Jaga Kondisi Prima Sepeda Motor Seusai Perjalanan Jauh

* * *

Mitos:
Karena lebih ringan, seseorang yang terinfeksi varian Omicron tak perlu rawat inap yang begitu lama. Sebab, daya tahan tubuhnya mampu mengatasi gejala tersebut.

Fakta:
Omicron masih memicu risiko tinggi bagi sistem kesehatan tubuh, sehingga tak boleh disepelekan.

* * *

Mitos:
Vaksin tak mampu melawan Omicron.

Fakta:
Vaksin mampu memberikan perlindungan lebih terhadap gejala parah hingga risiko kematian akibat Omicron.

* * *

Mitos:
Orang yang belum divaksin tak akan terkena gejala parah akibat Omicron

Fakta:
Orang yang paling rentan atau berisiko tertular varian Omicron adalah mereka yang belum divaksinasi.

* * *

Mitos:
Omicron seperti sakit flu biasa.

Baca juga
Perempuan Melahirkan Berisiko Wasir Namun Bisa Sembuh

Fakta:
Omicron jauh lebih berbahaya daripada sakit flu biasa.

* * *

Mitos:
Seseorang yang pernah terinfeksi COVID-19 sebelumnya, bisa kebal melawan Omicron.

Fakta:
Omicron dapat menginfeksi kembali orang yang sebelumnya pernah terinfeksi COVID-19.

* * *

Mitos:
Vaksin booster atau dosis ketiga tidak efektif untuk melawan gejala parah dari Omicron.

Fakta:
Vaksin booster mampu meningkatkan perlindungan terhadap gejala parah dari Omicron dan semua varian COVID-19 lainnya.

* * *

Mitos:
Mengenakan masker tak berguna melawan Omicron.

Fakta:
Mengenakan masker adalah tindakan perlindungan yang efektif untuk membantu mengurangi infeksi dan penyebaran Omicron.

* * *

Mitos:
Munculnya Omicron dengan gejala ringan, tandanya pandemi segera berakhir.

Baca juga
Marquez Paling Apes hingga Pawang Hujan Mendunia, Ini 7 Fakta Unik MotoGP Mandalika 2022

Fakta:
Akhir dari pandemi masih belum terlihat sampai saat ini.

 

Tinggalkan Komentar