Sabtu, 02 Juli 2022
03 Dzul Hijjah 1443

Kenangan Eril di Mata UAH: Usia 11 Tahun Sudah Merenung Tentang Air dan Alquran

Minggu, 05 Jun 2022 - 06:52 WIB
Penulis : Ibnu Naufal
Ustaz Adi Hidayat usai menemui Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Gedung Negara Pakuan, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (4/6/2022). (Foto Antara)
Ustaz Adi Hidayat usai menemui Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Gedung Negara Pakuan, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (4/6/2022). (Foto Antara)

Penceramah kharismatik Ustaz Adi Hidayat (UAH) menyambangi Gedung Pakuan, Kota Bandung, pada Sabtu (4/6/2022) untuk melakukan takziah atas wafatnya Emmeril Kahn Mumtadz (Eril). UAH mengaku merupakan seorang guru agama di keluarga Ridwan Kamil. Seingatnya, Emmeril merupakan sosok anak yang hebat karena berdedikasi dan berbakti kepada orang tuanya.

“Dia (Eril) baik. Sejak usia 11 tahun, ia sudah merenungkan tentang air dan Alquran surah Hud ayat ketujuh, Allah menguasai segala yang ada di perairan,” kata UAH.

UAH sedikit bercerita pada satu momen kala Eril mulai penasaran dengan air. Hal itu terjadi ketika Eril berada di Masjid Al Irsyad, Kota Baru Parahyangan.

Baca juga
13 Hari Pencarian Korban Erupsi Semeru, Tim SAR Temukan 48 Jenazah, 36 Masih Hilang

Kata UAH, di masjid yang dirancang oleh Ridwan Kamil itu, Eril menatap sebuah batu bulat bertuliskan lafaz Allah yang disimpan di atas air.

“Di masjid Kota Baru Parahyangan, Eril menatap satu batu dengan tulisan Allah di bawahnya ada airnya, itu sudah dia renungkan dan ingin sekali mengetahui bagaimana Arsy Allah,” jelasnya.

Di sisi lain, menurutnya Ridwan Kamil kini sudah ikhlas atas kepergian putranya tersebut. Dengan berkumpulnya keluarga besar, menurutnya saling menguatkan agar Ridwan Kamil memiliki ketentraman, kedamaian, dan keyakinan di dalam jiwa.

“Kematian itu sesuatu yang sudah ditetapkan, tidak bisa kita tolak, tapi caranya yang menjadi pembeda,” katanya.

Baca juga
Lima Hari Gempur Ukraina, Rusia Sepakat Berunding di Perbatasan Belarusia

Pendakwah jebolan Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Garut itu pun menerangkan kepada Ridwan Kamil, meski Eril wafat dalam keadaan yang dipandang berbeda, namun hal tersebut justru merupakan karunia.

“Saya juga menerangkan ayat-ayat, hadist-hadist tentang kemuliaan-kemuliaan orang yang wafat dalam keadaan tenggelam, sehingga lebih memberikan ketentraman, keyakinan, dan kekuatan,” kata UAH.

Dia pun menganjurkan agar keluarga memperbanyak kisah-kisah baik yang pernah Eril lakukan selama hidup. Hal tersebut perlu dilakukan guna bisa menginspirasi masyarakat.

“Karena wafatnya Eril itu luar biasa banyak mengunggah jutaan doa, perhatian banyak orang, dan setiap orang yang meninggal bisa menghadirkan suasana-suasana seperti wafatnya Eril,” katanya.

Baca juga
Rudy: Seragam Baru RANS Nusantara Minim Sponsor agar Tak Mirip Koran

Seperti diberitakan sebelumnya, Eril diyakini telah meninggal dunia karena tenggelam di Sungai Aare, Swiss. Ridwan Kamil dan Atalia Praratya telah ikhlas untuk melepas kepergian Eril.

Tinggalkan Komentar