Kepala Bappisus Blak-blakan soal Arahan Prabowo, dari Evaluasi Program hingga Kritik

Kepala Badan Pembinaan Khusus (Bappisus), Aris Marsudiyanto. (Foto: Inilah.com/Vonita).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Presiden RI Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026).
Dalam keterangannya usai pertemuan, Kepala Badan Pembinaan Khusus (Bappisus), Aris Marsudiyanto, menyampaikan pembahasan dalam pertemuan terkait evaluasi menyeluruh terhadap berbagai program prioritas pemerintah yang tengah berjalan.
“Ya mengevaluasi lah segala apa yang sudah berjalan program-program saat ini seperti itu. Dan alhamdulillah ya sampai dengan saat ini juga sudah di-announce ya oleh Badan Pusat Statistik, pertumbuhan ekonomi kita year on year 5,61 persen. Artinya seluruh program Bapak Presiden ya sampai dengan saat ini berjalan dengan baik dan lancar, alhamdulillah,” kata Aris kepada wartawan usai pertemuan.
Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik yang dirilis pada 5 Mei 2026, perekonomian Indonesia pada triwulan I tahun 2026 menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan sebesar 5,61 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Dari sisi produksi, lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 13,14 persen. Adapun dari sisi pengeluaran, komponen pengeluaran konsumsi pemerintah (PK-P) tumbuh paling tinggi sebesar 21,81 persen.
Selain perekonomian, Kepala Bappisus menjelaskan dalam rapat tersebut Prabowo juga memberikan arahan agar seluruh jajaran pemerintah terus memperkuat koordinasi serta membuka ruang dialog yang konstruktif dengan seluruh pihak. Evaluasi terhadap program-program yang telah berjalan menjadi bagian penting dalam memastikan efektivitas kebijakan pemerintah di tengah dinamika global.
“Saya mengharap ya kepada seluruh elit bangsa saat ini ya apalagi para akademisi, para pengamat ya, Bapak Presiden selalu membuka ruang untuk berkomunikasi, berdemokrasi, berdiskusi. Silahkan menyampaikan kritik-kritik dengan cara-cara yang baik,” ujarnya.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) membawa kabar positif di tengah ketidakpastian global. Perekonomian Indonesia tercatat tumbuh sebesar 5,61 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada triwulan I 2026. Capaian ini melampaui periode yang sama tahun lalu yang berada di angka 4,87 persen.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, mengungkapkan bahwa kekuatan utama pertumbuhan ini bersumber dari aktivitas ekonomi domestik yang tetap terjaga.
"Ditopang oleh aktivitas ekonomi domestik, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,61 persen pada triwulan I-2026," ujar Amalia dalam konferensi pers di kantor BPS, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026).
Berdasarkan data BPS, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia atas dasar harga berlaku (ADHB) mencapai Rp6.187,2 triliun. Sementara itu, PDB atas dasar harga konstan (ADHK) tercatat sebesar Rp3.447,7 triliun.
Meski secara tahunan mencatatkan kinerja positif, secara kuartalan (quarter-to-quarter/qtq) ekonomi Indonesia mengalami kontraksi sebesar 0,77 persen dibandingkan dengan kuartal IV 2025. Kontraksi pada awal tahun ini merupakan pola musiman yang umum terjadi di Indonesia setelah puncak konsumsi akhir tahun.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61 persen ini tergolong kuat jika dibandingkan dengan kinerja sejumlah negara mitra dagang utama. Pada periode yang sama, China tumbuh 5,0 persen, sementara Amerika Serikat mencatatkan pertumbuhan sebesar 2,7 persen.
Di kawasan Asia Tenggara, Indonesia juga menunjukkan kinerja kompetitif. Malaysia mencatat pertumbuhan 5,3 persen, Singapura 4,6 persen, dan Vietnam sebesar 7,8 persen.
Momentum pertumbuhan di atas 5 persen ini diharapkan dapat menjadi penopang bagi stabilitas nilai tukar rupiah serta menjaga kepercayaan investor, terutama di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.