Kamis, 11 Agustus 2022
13 Muharram 1444

Kepala BIN: Indonesia Sedang Menuju Endemi COVID-19

Rabu, 23 Mar 2022 - 15:43 WIB
Ppkm Endemi - inilah.com
Warga mulai beraktivitas dengan normal dikawasan Thamrin, Jakarta Pusat - inilah.com/Didik Setiawan

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Budi Gunawan mengatakan Indonesia saat ini memasuki masa prakondisi menuju endemi.

“Pemerintah sangat berhati-hati. Secara bertahap pembatasan sosial memang sudah dilonggarkan,” kata Budi dalam keterangan tertulis, Rabu (23/3/2022).

Pria yang akrab disapa BG itu menambahkan, tingkat status pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) sudah mulai menurun.

Mayoritas kegiatan di daerah PPKM tingkat 1 boleh dihadiri 100 persen dari kapasitas. Antigen dan PCR tak lagi wajib bagi yang sudah vaksin dosis kedua. Selain itu, jangka waktu karantina setiba dari luar negeri dipangkas kini hanya satu hari.

“Agar proses prakondisi ini berlangsung aman, semua tahap pelonggaran harus kita dilakukan secara terukur, berbasis sains, dan selalu disertai disiplin mitigasi,” ujarnya.

Baca juga
Vaksin Booster Kedua Dimulai, Efektifkah?

Ia menegaskan mitigasi harus dimulai dari hulu dan melibatkan semua elemen bangsa, meningkatkan capaian vaksinasi dosis ke dua dan booster secara merata ke semua wilayah, serta mengakselerasikan penapisan, pengujian, dan penelusuran.

“Kemudian mendisiplinkan kebiasaan memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan hingga memastikan ruang-ruang publik berventilasi atau memiliki filter udara yang baik,” ujarnya.

Sementara di hilir sambung dia, akan dilakukan peningkatan kapasitas rumah sakit, perbanyakan tenaga kesehatan, serta pengamanan ketersediaan obat-obatan.

“Ada keniscayaan semua elemen bangsa mengadopsi kebiasaan baru demi hidup baru, hidup berdampingan dengan virus corona. Indonesia bisa memasuki hidup normal baru dengan baik,” ujarnya.

Baca juga
Positif COVID-19, Klopp Absen Dampingi Liverpool ke Markas Chelsea

Ia menuturkan, indikator pandemi di Indonesia membaik secara signifikan. Per Senin (21/3/2022) rasio kasus positif harian berdasarkan jumlah orang diuji berhasil turun ke kisaran standar aman WHO di angka 4,55 persen, bila dibandingkan dengan laju kepositifan sebulan lalu yang masih di angka 14,15 persen.

Tinggalkan Komentar