Minggu, 29 Januari 2023
07 Rajab 1444

Kepala BP2MI Benny Rhamdani Layak Dicopot

Kamis, 01 Des 2022 - 05:49 WIB
Kepala BP2MI Benny Rhamdani
Kepala BP2MI Benny Rhamdani meminta izin Presiden Joko Widodo untuk bertempur melawan pihak-pihak yang dianggap melawan pemerintah. Hal itu disampaikan saat pertemuan relawan Jokowi di GBK, Jakarta, Sabtu (26/11/2022). (Foto: BP2MI.go.id)

Pernyataan Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk bertempur melawan pihak-pihak yang mengkritik pemerintah dinilai sangat tidak pantas diucapkan sebagai pembantu Presiden Jokowi di pemerintahan, sehingga layak dicopot dari jabatannya.

“Permintaan yang mengarah pada penggunaan fisik itu tidak selayaknya diutarakan relawan, terlebih Benny Rhamdani sebagai pejabat publik,” kata pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, dalam keterangannya kepada Inilah.com di Jakarta, dikutip Kamis (1/12/2022).

“Benny seolah masih hidup di negara otoriter, yang membenarkan penggunaan kekerasan dalam penyelesaian masalah,” lanjut Jamiluddin.

Padahal, sambung Jamiluddin, Benny sekarang hidup dan berkiprah dalam negara demokrasi, sehingga penyelesaian berbagai persoalan bangsa seharusnya melalui dialog dan musyawarah.

Baca juga
Ujung Perseteruan Internal PDIP: Benarkah Megawati Akan Mengalah?

“Karena itu, Benny tampaknya memang belum layak hidup di negara demokrasi. Benny seharusnya hidup di zaman Orba,” ujar mantan Dekan FIKOM IISIP Jakarta ini.

Menurut Jamiluddin, sebagai pejabat publik, Benny tentu sangat tidak layak memimpin instansi pemerintah. “Orang seperti itu tak sesuai memimpin di era Reformasi yang mengedepankan demokrasi,” tuturnya.

Oleh karena itu, dia menegaskan, sudah sepantasnya Presiden Jokowi mencopot Benny sebagai Kepala BP2MI. Hal itu diperlukan agar instansi pemerintah tidak dipimpin orang yang menyukai kekerasan dalam menyelesaikan masalah. “Orang seperti ini tidak sejalan dengan semangat Reformasi,” ujar Jamiluddin.

Senada dengen Jamiluddin, sebelumnya pengamat politik Universitas Nasional (Unas), TB Massa Djafar menilai, pernyataan Kepala BP2MI Benny Rhamdani kepada Jokowi itu berpotensi memecah belah rakyat dan ada agenda terselubung.

Baca juga
Tekan Omicron dengan Perkuat Prokes Pelaku Perjalanan Dalam Negeri

“Ajakan bernada provokatif bernada permusuhan yang datang dari pihak manapun bisa jadi sebuah sekenario untuk memecah belah rakyat dan agenda terselubung,” kata TB Massa Djafar kepada Inilah.com, Senin (28/11/2022).

Dalam pernyataan di video yang beredar luas di masyarakat, Benny menyampaikan kepada Presiden Jokowi untuk melakukan perlawanan kepada pihak-pihak yang dianggap menyerang pemerintah. Ia meminta agar segera dilakukan penegakan hukum, jika tidak pihaknya akan melakukan perlawanan di lapangan.

Pernyataan tersebut dilontarkan Benny yang juga menjabat Ketua Umum Barisan Rakyat Indonesia Kawal Demokrasi (Barikade) 98, ketika bertemu Jokowi pada pertemuan relawan Jokowi bertema Nusantara Bersatu di Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (26/11/2022).

Baca juga
Gabung Tokyo Verdy, Pratama Arhan Yakin Tak Punya Masalah Adaptasi

Untuk diketahui, Presiden Jokowi melantik Benny Rhamdani sebagai Kepala BP2MI di Istana Negara, Jakarta pada 15 April 2020.

Tinggalkan Komentar