Kamis, 02 Februari 2023
11 Rajab 1444

Kepala BP2MI Buka Suara Usai Viral Siap Gempur Pengkritik Jokowi

Senin, 28 Nov 2022 - 18:42 WIB
Benny Rhamdani
Kepala BP2MI Benny Rhamdani (berbaju hitam) saat berbicara dengan Presiden Jokowi pada acara pertemuan relawan Jokowi di Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (26/11/2022). (Foto: Tangkapan layar)

Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani buka suara usai pernyataan dirinya siap menggempur pengkritik Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ia menyebut, pernyataan dirinya yang viral itu tidak ditampilkan secara keseluruhan.

“Itu bukan acara tertutup. Tapi saya yakin video itu video tidak utuh. Kalau utuh seharusnya keseluruhan dong dari mulai pertama sampai selesai kurang lebih 40 menit harusnya dimuat secara utuh, dan yang menyampaikan aspirasi, pandangan masalah, saran, usul kepada presiden kan tidak hanya saya,” kata Benny kepada wartawan di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen Senayan, Senin (28/11/2022).

Ia mengaku tidak masalah apabila pemerintah termasuk Jokowi dikritik. Sebab, Indonesia merupakan negara demokrasi.

Baca juga
Tak Alergi, Relawan Jokowi Bakal Sowan ke Parpol Pendukung Anies

“(Tapi) yang kita soroti dalam perjalanan kebangsaan ini, ini sudah bukan kritik. Lihat cara-cara yang mereka lakukan selama ini upaya untuk mendelegitimasi, menjatuhkan pemerintahan, selalu dengan pola yang sama,” jelasnya.

“Penyebaran kebencian, fitnah, adu domba antar suku dan agama. Berita-berita hoaks bahkan penghinaan dan pencemaran terhadap simbol-simbol negara, Presiden, Ibu Negara terakhir,” ujar Benny menambahkan.

Dendam Politik Pilpres 2019

Bahkan, Ketua Umum Barisan Rakyat Indonesia Kawal Demokrasi (Barikade) 98 itu tak segan menyebut hal itu sebagai dendam politik yang seolah diformalin atau diawetkan usai Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 lalu.

“Padahal ekspektasi publik, rakyat termasuk kami, dengan bergabungnya Prabowo dan Sandi (ke pemerintahan Jokowi) sudah selesai tentang rivalitas, kontestasi demokrasi pilpres,” ujarnya.

Baca juga
Waketum MUI Anwar Abbas Tepis Anggapan Memusuhi Jokowi

Oleh karena itu, Benny menyarankan Presiden Jokowi agar mengencangkan upaya penegakan hukum.

“Itu yang kemudian saya memberi pesan. Kita ini pemenang, kita ini mayoritas. Jadi kalau kita mau melakukan hal yang sama dengan mereka yang selama ini merongrong pemerintahan Jokowi dengan cara-cara yang tadi, bukan kritik, kita bisa melakukan yang sama dan pasti jumlah kita lebih besar,” terangnya.

Benny pun mengungkapkan reaksi Presiden Jokowi ketika dirinya meminta izin akan bertempur melawan pihak-pihak yang berlawanan dengan pemerintah . “Presiden mengatakan sabar, ‘saya sebagai presiden saja sabar masa kalian tidak bisa’,” kata Benny.

Atas dasar itu, Benny mengeklaim, makna turun ke lapangan yang diucapkannya agar penegakan hukum dapat berjalan dengan baik.

Baca juga
Blusukan di Pasar, Inilah Perintah Jokowi untuk Mendag Zulhas

“Jadi penegakan hukumnya clear. Itu yang kami dorong dari pada kita yang turun ke jalan. Karena kalau kita turun ke jalan kita lebih bisa sebagai pemenang. Tapi belum kita lakukan. Kita hanya ingin memberi pesan itu bisa kita lakukan,” tegasnya.

 

Tinggalkan Komentar