Sabtu, 25 Juni 2022
25 Dzul Qa'dah 1443

Kesal Gaji Tak Dibayar, Aset Kantor Rp2 Miliar Jadi Sasaran

Senin, 20 Jun 2022 - 19:20 WIB
Kesal Gaji Tak Dibayar, Aset Kantor Rp2 Miliar Jadi Sasaran
Kapolsek Makasar Beberkan Motif Pencurian Aset hingga Rp2 miliar yang dilakukan mantan karyawan

Kesal gajinya tak dibayar, mantan petugas keamanan di perkantoran Jakarta Timur nekat menggondol aset kantornya hingga Rp2 miliar. Aksi pencurian ini terjadi pada pada Minggu (29/5/2022) silam.

Kapolsek Makasar Kompol Zaini Abdillah Zainuri menjelaskan, pelaku pencurian di sebuah kantor di Raya Pondok Gede, Pinang Ranti, Jakarta Timur adalah mantan securiti yang sakit hati gajinya tak dibayar kantor.

“Pencurian ini modusnya dari mantan karyawan yakni sekuriti. Informasinya karena tidak digaji, sehingga dia mengambil barang-barang dari perusahaannya untuk mengganti rugi gaji tersebut,” kata Zaini dalam keterangannya, Senin (20/6/2022).

Pelaku beraksi bersama dua rekannya berinisial SM dan satu orang yang masih buron berinisial IK. Pelaku memanfaatkan kondisi kantor yang sedang direnovasi untuk memindahkan sejumlah aset.

Baca juga
Dongkrak Menggelinding, Pospol Hancur Ditabrak Bus TransJakarta

“Menurut pengakuan dari korban, perusahaannya sedang direnovasi, bangunannya sedang direnovasi, kemudian terjadi pencurian di kantor tersebut,” ujar Zaini.

Aksi pelaku terbilang nekat karena dilakukan siang hari. Namun pelaku berhasil mengelabui petugas parkir yang melihat aksinya saat memindahkan aset kantor tersebut.

“Jadi, modusnya dia pindah kantor, ketika ditanya tukang parkir, dia bilang saya pindahan kantor karena dia securiti di situ jadi dia udah kenal banget sama tukang parkir,” kata Zaini.

Kedua pelaku berinisial SH dan SM ditangkap pada Senin (13/6/2022) di kawasan Sentiong, Jakarta Pusat. Sementara satu pelaku lain berinisial IK dalam pengejaran.

Baca juga
Cemburu Buta Terancam 15 Tahun Tidur dalam Penjara

Sejumlah barang bukti juga telah diamankan seperti AC, kursi kantor, sofa, meja yang sempat dijual melalui daring.

Para pelaku terjerat hukum dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.

Tinggalkan Komentar