Selasa, 24 Mei 2022
23 Syawal 1443

Kesepakatan Nuklir Iran Buat Harga Minyak Terjungkal

Kesepakatan Nuklir Iran Buat Harga Minyak Terjungkal Dua Persen - inilah.com
Foto: Istockphoto.com

Harga minyak jatuh sekitar dua persen pada akhir perdagangan Kamis atau Jumat (18/2/2022) pagi WIB. Pembicaraan untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir dengan Iran memasuki tahap akhir. Ini dapat membuka lebih banyak pasokan minyak mentah.

Namun demikian, penurunan harga minyak terbatasi oleh ketegangan antara eksportir energi utama Rusia dan Barat atas Ukraina.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman April merosot 1,84 dolar AS atau 1,9 persen, menjadi menetap di 92,97 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Maret kehilangan 1,9 dolar AS atau 2,0 persen, menjadi ditutup di 91,76 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Baca juga
Minyak Meroket setelah Uni Eropa Pertimbangkan Embargo Rusia

“(Pasar) minyak terkunci dalam tarik ulur antara keringanan sanksi Iran dan ketegangan Rusia-Ukraina,” kata Stephen Brennock dari pialang PVM Oil.

Kedua harga acuan naik ke level tertinggi sejak September 2014 di awal pekan dan keduanya terus menghadapi kemunduran ekstrim dalam beberapa bulan mendatang, struktur pasar di mana kontrak segera lebih mahal daripada kontrak untuk tanggal selanjutnya, menunjukkan ketatnya pasokan.

Kontrak berjangka untuk Brent dan WTI hingga Agustus berada dalam apa yang disebut Robert Yawger, direktur eksekutif energi berjangka di Mizuho, ​​”super-backwardation” dengan setiap bulan diperdagangkan setidaknya 1 dolar AS per barel di bawah bulan sebelumnya.

Baca juga
Praktik Mafia Tambang Masih Marak, KPK dan Polri Harus Turun Tangan

“Harganya sudah bisa berada di wilayah tiga digit jika bukan karena pembicaraan nuklir antara AS dan Iran,” kata Craig Erlam, analis pasar di OANDA, mencatat “itu bisa berarti sekitar 1,3 juta barel per hari (bph) minyak mentah dengan cepat masuk kembali ke pasar.”

Amerika Serikat berada di “tengah-tengah tahap paling akhir” dari pembicaraan tidak langsung dengan Iran, yang bertujuan untuk menyelamatkan kesepakatan 2015 yang membatasi kegiatan nuklir Teheran, juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price mengatakan pada Rabu (16/2/2022).

Dengan kesepakatan baru mungkin segera terjadi, Korea Selatan mengatakan pada Rabu (16/2/2022) bahwa pihaknya telah mengadakan pembicaraan tentang melanjutkan impor minyak mentah Iran dan mencairkan dana Iran. Korea Selatan sebelumnya adalah salah satu pembeli minyak terkemuka Teheran di Asia.

Baca juga
Iran Jadi Wakil Asia Pertama yang Lolos ke Piala Dunia 2022

Namun, ketegangan atas kemungkinan invasi Rusia ke Ukraina terus mendukung pasar minyak karena potensi gangguan pasokan energi. Rusia membantah berencana menyerang tetangganya.

Tinggalkan Komentar