Ketahui Perbedaan Investasi Reksadana dan Investasi Saham yang Digandrungi Milenial

Ketahui Perbedaan Investasi Reksadana dan Investasi Saham yang Digandrungi Milenial - inilah.com

Generasi milenial belakangan getol melakukan investasi untuk menambah pendapatan melalui reksadana dan investasi saham. Keduanya merupakan instrumen investasi yang terlihat sama dan sering kali digunakan sebagai istilah yang digunakan secara bergantian.

Namun, reksadana dan investasi saham merupakan dua hal yang berbeda. Nah, bagi Anda yang baru akan memulai investasi, tentunya sangat penting untuk mengetahui perbedaan kedua hal tersebut. Yuk, ketahui perbedaan keduanya.

Sekadar informasi, investasi reksadana merupakan investasi yang prosesnya dilakukan melalui reksadana. Reksadana adalah sebuah wadah atau tempat berkumpulnya dana dari para pemodal untuk disalurkan ke sarana-sarana investasi yang tersedia. Modal yang terkumpul dikelola oleh manajer investasi yang memiliki izin dari badan yang mengawasi kegiatan di sektor jasa keuangan di Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sementara itu, investasi saham merupakan investasi yang dilakukan secara mandiri di mana Anda berperan sebagai pemodal sekaligus pengelola investasi.

Jenis-jenis reksadana

Apabila dikategorikan berdasarkan portofolionya investasi reksadana terbagi menjadi investasi reksadana pasar uang (money market funds), reksadana pendapatan tetap (fixed income funds), reksadana saham (equity funds), dan reksadana campuran (discretionary funds).

Berikut perbedaan investasi reksadana dan investasi saham:

Pengelolaan Dana

Pada investasi saham, dana dikelola secara pribadi. Sedangkan dada investasi reksadana, dana dikelola oleh manajer keuangan sehingga Anda tidak perlu memantau pergerakan investasimu dan melakukan analisa detail secara mandiri.

Baca juga  Wanita Indonesia Masuk Daftar 100 Orang Berpengaruh di Dunia 2021

Risiko dan Imbal Balik

Risiko yang ditanggung pada investasi saham akan lebih besar karena keputusan ada sepenuhnya di tangan Anda. Tanpa pengalaman taktik bermain saham yang cukup, tentu dapat berisiko mengalami kebangkrutan dalam jumlah besar.

Namun, dengan risiko yang tinggi ini, investasi saham memang dikenal dengan jumlah imbal balik atau return yang besar pula.

Jika ingin bermain aman, investasi reksadana akan lebih cocok karena keputusan sepenuhnya diambil oleh manajer keuangan sehingga risiko menjadi lebih minim. Meski dalam kebanyakan kasus return yang didapatkan tidak sebesar investasi saham, setidaknya Anda akan tetap bisa mendapatkannya tanpa harus dibayang-bayangi oleh risiko yang besar.

Minimum Investasi

Investasi saham mengharuskan dana yang besar hingga jutaan rupiah. Sedangkan investasi reksadana mengizinkan Anda untuk memulai investasi mulai dari ratusan ribu rupiah saja.

Pajak

Berdasarkan ketentuan UU PPh Pasal 4 ayat 2, ketika Anda melakukan online trading saham, maka akan dikenakan 0,1 persen tarif pajak final. Selain itu, berdasarkan UU PPh Pasal 17 ayat 2 huruf c, juga akan dikenakan pajak sebesar 10 persen ketika mendapatkan dividen.

Baca juga  Dear Milenial, Begini Solusi Investasi di Tengah Pandemi

Sementara itu, dilansir dari laman Direktorat Jenderal Pajak (DJP), pajak.co.id, reksadana merupakan investasi yang tidak dikenakan pajak atas hasil keuntungan yang kamu dapatkan.

Proses Pencairan Dana

Investasi saham tidak membutuhkan waktu yang lama untuk proses pencairan dana dikarenakan tidak adanya pihak ketiga yang terlibat.

Setidaknya memerlukan waktu lima hari kerja untuk proses pencairan dana. Meski demikian, reksadana dikenal sebagai instrumen investasi dengan likuiditas yang tinggi.

Cara investasi reksadana

Jika sudah mengetahui perbedaan mendasar antara investasi reksadana dan investasi saham. Tentunya, sudah mengerti jika reksadana merupakan instrumen investasi yang cocok untuk berbagai kalangan, karena selain tidak memerlukan modal awal yang besar, investasi ini tidak mengharuskan pemodal untuk memiliki banyak pengalaman dan keahlian dalam berinvestasi.

Pemodal pun tidak memerlukan banyak waktu untuk mengelola produk investasinya.

Untuk melakukan investasi reksadana, Anda hanya perlu mendaftar melalui digital banking yang memfasilitasi aplikasi perbankan untuk memudahkan nasabah suatu bank dalam melakukan berbagai macam transaksi melalui smartphone saja.

Salah satunya adalah Bank DBS Indonesia yang kini telah menghadirkan digital banking dengan aplikasi digibank by DBS yang dapat memfasilitasi semua transaksi investasi reksadana lebih mudah.

Aplikasi digibank by DBS menjadikan proses investasi menjadi lebih ringkas dengan memangkas proses tersebut. Anda tidak lagi perlu melakukan transfer karena ketika melakukan pembelian produk reksadana, pembayaran akan langsung terkoneksi dengan rekening pendebitan dan jumlah uang yang terpotong akan sesuai dengan nominal pembelian.

Baca juga  Beda Tafsir Putusan MK, Buruh dan Pengusaha Sama-sama Ngotot Soal UMP 2022

Sama halnya ketika melakukan penjualan, hasil penjualannya pun akan otomatis masuk ke rekening.

Selain itu, bisa juga melakukan segala proses investasi yang menyangkut pembelian, penjualan, dan switching (pengalihan) saham. Apabila ini pembelian pertama Anda, Anda tidak perlu bingung karena proses awalnya pun sangat sederhana. Anda hanya perlu mendaftar untuk Single Investor Identification atau SID pada aplikasi digibank by DBS.

Setelah prosesnya terlengkapi, Anda bisa langsung melakukan pembelian produk investasi reksadana mulai dari Rp100.000 saja, yang kemudian dapat diatur agar bisa membelinya secara berkala. Anda juga bisa melakukan investasi ala Rumah Makan Padang, di mana bisa menentukan dari mana sumber return investasi Anda berasal dengan reksadana yang tersedia di digibank by DBS.

Aplikasi digibank juga dilengkapi dengan scoring atau penilaian produk yang diterbitkan oleh PT Infovesta Utama. Penilaiannya pun merupakan hasil selama satu tahun terakhir yang prosesnya dilakukan setiap bulan sehingga bisa melihat produk reksadana mana yang memiliki nilai terbaik.

Tinggalkan Komentar