Senin, 04 Juli 2022
05 Dzul Hijjah 1443

Ketimbang Galau dengan Turki dan Mesir, Ekonom Sarankan Sri Mulyani Belajar

Selasa, 07 Jun 2022 - 21:44 WIB
Ketimbang Galau dengan Turki dan Mesir, Ekonom Sarankan SMI Belajar
Menteri Keuangan Sri Mulyani

Ekonom muda Bhima Yudhistira menyarankan Menteri Keuangan Sri Mulyani tak perlu galau dengan tingginya inflasi di Turki, atau defisit anggaran di Mesir. Pelajari kesalahan luar negeri agar tak menular ke Indonesia.

“Memang perlu diwaspadai kondisi inflasi di Turki meskipun struktur ekonominya berbeda dengan Indonesia. Turki itu, ketergantungan impornya cukup besar, Kemudian, kebijakan moneternya tidak kredibel yang menciptakan pelemahan nilai tukar mata uangnya secara ekstrem,” papar Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) kepada Inilah.com, Jakarta, Selasa (7/6/2022).

Dia menyarankan Sri Mulyani untuk belajar hal penting dari melejitnya inflasi di Turki hingga 74 persen. Bahwa, pengendalian terhadap arus impor, khususnya pangan dan energi, sangat urgen. “Turki inflasinya naik drastis, karena pengaruh naiknya harga gandum dan minyak mentah yang memukul daya beli masyarakat di sana,” bebernya.

Baca juga
Disebut Sri Mulyani Keuangan Terganggu, PLN Diguyur Utang ADB Rp8,7 Triliun

Sejauh ini, lanjut Bhima, inflasi di Indonesia berada di kisaran 3,5 persen. Karena, pemerintah masih bisa menjaga BBM, LPG 3 kilogram (kg) serta tarif listrik tidak naik. “Sebaiknya harga BBM jenis Pertalite dan LPG 3kg dijaga stabil hingga akhir tahun. Sementara stok pangan harus betul-betul dijaga dan perlu meningkatkan produksi dalam negeri, sehingga lebih punya daya imun terhadap gejolak eksternal,” kata Bhima.

Dalam pertemuan tahunan Islamic Development Bank atau IsDB di Sham El Sheik, Mesir, beberapa waktu lalu, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyempatkan diri untuk bertemu beberapa menteri keuangan termasuk menteri keuangan Turki dan Mesir.

Baca juga
BPK RI Bantah Klaim Lapangan Banteng Soal Utang Indonesia Masih Aman

“Menteri Keuangan Turki [Nureddin Nubeti] mengatakan inflasi di dalam negerinya 74 persen. Bayangkan Indonesia 3,55 persen. Mereka mengatakan bahwa harga-harga energi tidak di absorb sehingga pass through langsung naik ke atas. Harga-harga pangan meningkat,” kata Sri Mulyani dalam Rapat Kerja Komite IV DPD RI dengan Menteri Keuangan RI, Selasa (7/6/2022).

Saat berbincang dengan Mentkeu Mesir, sami mawon. Ceritanya kelabu. Sri Mulyani mengatakan, pemerintah Mesir mengalami kenaikan yang sangat ekstrem, terutama dari harga gandum (wheat) dan minyak naik, padahal Mesir adalah negeri kaya gas alam. Alhasil, subsidi BBM di Mesir melonjak tajam.

Baca juga
Dimusuhi 10 Pimpinan MPR, Sri Mulyani Punya Alasan Kuat

“Untuk energi mereka masih absorb sehingga mereka masih jual dalam hal itu BBM-nya kira-kira sama dengan Indonesia namun subsidinya melonjak tinggi sekali. Defisit dalam APBN di Mesir di atas 6 persen. Kita sekarang di 4,7 persen,” jelas Sri Mulyani.

Tinggalkan Komentar