Senin, 23 Mei 2022
22 Syawal 1443

Ketimbang Marah-marah, Jokowi Ditantang Jadikan Esemka Kendaraan Dinas

Ketimbang Marah, Jokowi Ditantang Jadikan Esemka Kendaraan Dinas
Presiden Joko Widodo (Jokowi)

Ketimbang ngomel-ngomel tak jelas, ada saran menarik untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar menteri dan pejabat negara cinta produk lokal.

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira menyarankan Presiden Jokowi jangan hanya marah-marah saja. Beri contoh yang konkrit kepada para pembantu, seluruuh pejabat negara bahkan kepala daerah.

Bhima menyarankan Presiden Jokowi menetapkan Mobil Esemka atau Gesits menjadi kendaraan dinas kepresidenan, kementerian hingga ke daerah. “ASN-nya harusnya sudah pakai Gesits untuk motor, sedangkan mobilnya sudah pakai Esemka tuh. Harusnya begitu,” ungkap Bhima dalam sebuah diskusi di stasiun televisi nasional, Jakarta, dikutip Senin (28/3/2022).

Baca juga
Presiden Jokowi Puji Pelaku Sawit Jalankan Program Vaksinasi 7 Juta Warga Perkebunan

Menurutnya, langkah nyata jauh lebih penting daripada retorika. Sebab, ada ironi yang terus terjadi di negeri ini. Seperti keinginan pemerintah agar UMKM melakukan ekspor. Padahal di dalam negeri saja barang mereka tidak pernah diberi kesempatan tampil.

“Ini barang berkualitas tinggi, tapi pemerintah tidak mau jadikan sebagai barang dan jasa mereka. Ironi seperti ini yang harus dipatahkan. Jangan hanya marah atau kesel atau curhat,” tutupnya.

Selain itu, lanjut Bhima, narasai UMKM harus ekspor, produsen dalam negeri didorong eskpor. Namun ironisnya di dalam negeri produk mereka tidak dibeli. Mereka tidak diberikan kesempatan.

Baca juga
Petani Lapor Bawang Putih Impor Banjir, Jokowi Langsung Telepon Lutfi

“Satu sisi pemerintah seolah mendorong UMKM ekspor. Di sisi lain, mereka tak mau memasukkan produk UMKM ke pengadaan barang dan jasa. Ini yang ironi,” tuturnya.

Pada Jumat (25/3/2022), Bali, Presiden Joko Widodo (Jokowi) marah betul gara-gara kementerian dan lembaga negara lebih memilih produk impor ketimbang lokal.

Dia bilang, anggaran seharusnya digunakan untuk membeli barang dalam negeri. Jokowi jengekel lantaran banyak produk impor yang digunakan di dalam negeri, mulai dari tempat tidur untuk rumah sakit hingga alat pertanian.

Jokowi mengaku tak habis pikir dengan barang-barang yang selama ini diimpor pemerintah pusat, daerah maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan kepala daerah. “Coba CCTV beli impor, di dalam negeri harta yang bisa produksi apa-apaan ini dipikir kita bukan negara yang maju buat CCTV aja beli impor. Seragam dan sepatu tentara dan polisi beli dari luar kita ini produksi dimana-mana bisa, jangan diteruskan,” tegas Jokowi.

Tinggalkan Komentar