Selasa, 31 Januari 2023
09 Rajab 1444

Ketua dan Anggota Dewan Komisioner OJK 2022-2027 Wajib Selesaikan Urusan Pinjol

Selasa, 01 Feb 2022 - 03:45 WIB
Penulis : Ahmad Munjin
Fintech Lending - inilah.com
Foto: Istockphoto.com

Calon Ketua dan Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 2022-2027 perlu menyelesaikan sejumlah persoalan terutama yang berkaitan dengan pinjaman online. Pengamat asuransi Irvan Rahardjo menyampaikan hal tersebut.

“Ketua dan anggota DK OJK juga perlu menyelesaikan persoalan terkait asuransi gagal bayar, memperkuat ekosistem financial technology (fintech), dan membentuk lembaga penjamin polis,” kata Irvan di Jakarta, Senin (31/1/2022).

Ia berharap agar Ketua dan Anggota DK OJK 2022-2027 yang terpilih dapat memberi afirmasi dan memperkuat fungsi perlindungan bagi konsumen jasa keuangan. Begitu juga dengan penyidikan dan penyelesaian kasus peninggalan Dewan Komisioner sebelumnya.

Baca juga
OJK Masih Pede dengan Pertumbuhan Kredit Perbankan di 2023

“DK OJK 2022-2027 juga diharapkan dapat meningkatkan pengawasan sejalan dengan fungsi pengaturannya,” imbuh Irvan.

Sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang merupakan Ketua Panitia Seleksi Pemilihan Calon Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) Periode 2022-2027 telah menetapkan sebanyak 155 nama lolos seleksi tahap I atau seleksi administrasi DK OJK.

Irvan pun memperkirakan setelah tahap selanjutnya, peta calon Ketua dan Anggota Dewan Komisi OJK tidak banyak berubah.

“Calon Ketua dan Anggota DK OJK 2022-2027 akan berisi figur-figur dari beberapa unsur. Antara lain, unsur Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), yakni Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, OJK, dan Lembaga Penjamin Simpanan. Begitu juga dengan penambahan unsur profesional dari Pasar Modal dan Industri Keuangan Non Bank,” ucapnya.

Baca juga
OJK Cabut Izin BPR Telaga Sinarcahaya di Gorontalo, Ini Alasannya

Adapun berdasarkan keterangan resmi di Jakarta, Senin, beberapa calon Anggota dan Ketua DK OJK lulus seleksi adminitrasi. Mereka antara lain Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar. Begitu juga dengan Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir. Lalu, Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi.

Kemudian, Direktur Utama Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Mirza Adityaswara dan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Bambang Prijambodo. Tak ketinggalan, Komisaris Utama PT Finnet Difi Johansyah, hingga Advisor BPJS Ketenagakerjaan Elvyn Masassya.

Tinggalkan Komentar