Ketua DPD RI Minta TNI AL Perkuat Sistem Keamanan Laut

Ketua DPD RI Minta TNI AL Perkuat Sistem Keamanan Laut - inilah.com

Ketua DPD
RI, AA La Nyalla Mahmud Mattalitti, meminta 
TNI Angkatan Laut (AL) untuk memperkuat sistem keamanan di jalur laut.
Menurutnya, TNI AL harus mengantisipasi timbulnya gangguan keamanan pada jalur
laut yang berpotensi mengancam ketahanan dan pertahanan nasional.

Termasuk
juga untuk mengantisipasi masuknya narkoba melalui jalur perairan. Sebab,
selama ini penyelundupan narkoba dari luar negeri yang masuk ke Indonesia
mayoritas melalui jalur laut.

“Saya
meminta kepada pemerintah untuk memperkuat sistem keamanan laut. TNI AL harus
diperkuat sebagai upaya pertahanan jalur laut dari berbagai ancaman gangguan
keamanan nasional, juga ancaman penyelundupan narkoba yang 90 persen
menggunakan jalur laut melalui jalur-jalur perairan strategisnya,” papar
La Nyalla, Minggu (26/9/2021).

Luas total
perairan Indonesia sebesar 6,4 juta km², di antaranya seluas 3,1 juta km²
berupa perairan pedalaman dan perairan kepulauan, dinilai La Nyalla menjadi
tantangan tersendiri dalam menghadapi ancaman penyelundupan narkoba. Oleh sebab
itu, kekuatan pertahanan maritim disebut menjadi kunci utama.

“Indonesia
ini merupakan negara kepulauan. Maka saya menilai pertahanan kemaritiman kita
harus diperkuat. Luasnya lautan kita membuat potensi ancaman terhadap keamanan
nasional menjadi semakin besar,” tutur LaNyalla.

Senator asal
Jawa Timur itu menilai sistem keamanan yang terpadu secara sinergis dengan
berbagai pihak terkait, terutama untuk operasi di pelabuhan-pelabuhan kecil
yang sangat rawan dan minim peralatan pendeteksian harus menjadi prioritas
perhatian.

Menurutnya,
peralatan deteksi keamanan yang minim kerap kali dianggap sebagai celah oleh
pihak-pihak yang ingin merusak pertahanan keamanan Indonesia melalui jalur
laut.

“Lemahnya
sistem cegah tangkal di beberapa pelabuhan karena peralatan minim membuat berbagai
macam kejahatan laut kerap kali terjadi. Saya kira penting bagi pemerintah
untuk memperhatikan hal ini dan memiliki komitmen besar untuk memperkuatnya,”
tutur LaNyalla.

Beberapa
waktu lalu, melalui operasi Laut Interdiksi Terpadu di Pelabuhan Ujung Baru,
Dermaga 103, Belawan, Kota Medan, Sumatera Utara, selama 12 hari petugas
berhasil mencegah 122 kilogram narkoba masuk ke Indonesia.

Selain itu,
petugas juga menemukan dua pelanggaran kepabeanan. Pengungkapan kasus narkoba
ini lakukan di kawasan Selat Sulawesi dan Selat Malaka. [adv]

Baca juga  Temui Ketua DPD RI, Gerakan Kebangkitan Desa Mandiri Dukung Amandemen ke-5
MicrosoftInternetExplorer4

Tinggalkan Komentar