Minggu, 29 Januari 2023
07 Rajab 1444

Ketum PAN Zulhas: Peristiwa Kanjuruhan Tragedi Kemanusiaan, Harus Diusut Tuntas

Minggu, 02 Okt 2022 - 14:26 WIB
Penulis : Wiguna Taher
Gandeng PBNU, Mendag Zulhas Ungkap Tiga Jurus UMKM Santri Naik Kelas - inilah.com
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan (Foto: Humas Kemendag)

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan (Zulhas) memberikan komentarnya mengenai petaka yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang (1/10/2022). Ia menyebut peristiwa tersebut sebagai tragedi olahraga terbesar yang pernah terjadi di Indonesia.

“Ini tragedi kemanusiaan. Pukulan telak untuk kita semua. Hari yang kelam dalam sejarah olahraga Indonesia. Saya dan keluarga besar PAN berduka atas jatuhnya lebih dari 129 korban jiwa,” kata Zulhas, Minggu (2/10/2022)

Menteri Perdagangan itu juga menyoroti penyelenggaraan Liga 1 yang harus dievaluasi kembali. “Saya minta agar dihentikan sementara, dievaluasi besar-besaran. Satu nyawa saja sangat berharga, ini lebih dari 129 korban jiwa, sepakbola tidak setara dengan berharganya nyawa rakyat Indonesia. Tolong dievaluasi menyeluruh,” ungkap Zulhas.

Baca juga
Tak Hanya Rokok, Vape Juga Berisiko Sebabkan Kanker Paru

Tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, usai pertandingan antara Arema FC dan Persebaya menjadi perhatian nasional bahkan publik dunia. Kisruh yang terjadi di lapangan pasca pertandingan diperburuk oleh penanganan keamanan oleh aparat kepolisian. Penembakan gas air mata ke arah tribun penonton dianggap menyalahi prosedur yang telah ditetapkan FIFA.

“Semua yang bersalah harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Usut sampai tuntas. Apalagi ada indikasi pelanggaran prosedur. Panpel, PSSI, aparat kepolisian, semua pihak harus diusut sampai tuntas. Ini tragedi kemanusiaan. Tidak semestinya terjadi.” kata Zulhas.

Pada kesempatan yang sama Zulhas juga mengimbau agar semua pihak mengambil pelajaran dari peristiwa nahas ini.

Baca juga
Autopsi Ulang, Jenazah Brigadir J Dibawa ke RSUD Sungai Bahar

“Olahraga itu untuk membangun sportivitas, solidaritas, persatuan. Ini semangatnya. Suporter harus belajar memberikan dukungan secara sportif, penyelenggara event olahraga harus profesional dan menempatkan aspek keselamatan dan keamanan sebagai yang utama. Aparat berwajib harus belajar pengamanan dalam industri olahraga berskala besar,” tutunya.

Tinggalkan Komentar