Jumat, 01 Juli 2022
03 1444

Ketum Projo Nilai Langkah Golkar Bentuk KIB Keputusan Cerdas

Kamis, 26 Mei 2022 - 20:19 WIB
Ketum Projo Nilai Langkah Golkar Bentuk KIB Keputusan Cerdas
Ketum Projo Budi Arie Setiadi

Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi menilai langkah Partai Golkar menggandeng PAN dan PPP dalam membentuk Koalisi Indonesia Baru (KIB) adalah langkah yang cerdar.

Sebab Projo menilai Golkar sebagai partai politik yang sudah berpengalaman dan bisa membaca situasi politik menjelang Pemilu 2024.

“Dia sadar betul tadi ‘2024 siapa nih?’ koalisinya dulu, baru capres-cawapres, kan begitu. Dia grouping dulu. Ini sebenarnya koalisi yang dibangun oleh Golkar, PAN, dan PPP ini menurut saya cerdas,” kata Budi dalam Adu Perspektif di kanal Youtube Total Politik, dilihat Kamis (26/5/2022).

Dia menilai, bergabungnya Golkar, PAN, dan PPP adalah sinergi yang tepat. Sebab masing-masing pendukung tidak saling berkonflik jika ketiganya bersatu.

Baca juga
Ketum PAN: Masyarakat Tidak Lagi Percaya Politik Uang

“Tapi maksud saya, Golkar ini, dengan PAN dan PPP, di bawah enggak tabrakan. Jadi ini mengunci ada tiga sampai empat partai dengan manuver ini, di luar PDI dan Gerindra, ya Nasdem, Demokrat, PKS sudah terkunci.” kata dia.

Budi menambahkan, terbentuknya KIB ini membuat ruang politik semakin sempit. Sebab saat ini hanya menyisakan beberapa parpol yang masih belum menentukan sikapnya seperti NasDem, PKB, Partai Demokrat, PKS.

“Coba bayangkan manuver ini. Ini kan di tengah nih, ada tiga-empat partai yang tersisa untuk berkoalisi, NasDem, PKB, Demokrat, dan PKS nah itu kawinnya bagaimana tuh? Empat partai ini, dia perlu tiga untuk jadi satu tiket. Nah, empat partai ini harus jadi satu untuk dapatkan tiket,” ujar dia.

Baca juga
Said Didu Dianggap Keliru, KIB Tidak Dibentuk untuk Kepentingan Oligarki

Budi menilai, langkah keempat parpol ini untuk berkoalisi tidak akan berjalan mulus. Sebab beberapa masih ingin tetap mengusung kadernya sebagai capres atau cawapres di 2024.

“Dari isi ideologi, dari sisi calonnya, pasti ruwet. Selama partai itu ngunci, dia itu jadi sesuatu yang mempersulit koalisi. Menurut saya, (KIB) ini manuver paling cerdas,” pungkasnya. [AHA]

Tinggalkan Komentar