Senin, 04 Juli 2022
05 Dzul Hijjah 1443

KGBN Berupaya Merdekakan Diri sebagai Guru

Kamis, 16 Sep 2021 - 09:32 WIB
Penulis : Anton Hartono
KGBN Berupaya Merdekakan Diri sebagai Guru - inilah.com
(blog.kampusgurucikal.com)

Bagaimana memerdekakan diri sebagai guru? Selama ini pertanyaan itu muncul di tengah keresahan yang dialami oleh para guru di Indonesia.

Komunitas Guru Belajar Nusantara (KGBN) berupaya memerdekakan diri sebagai guru dengan mengusung tiga hal, pertama adalah komitmen dalam tujuan yakni paham mengapa perlu mengajar suatu materi, kedua adalah mandiri, tidak menyalahkan keadaan.

Dan ketiga adalah senantiasa melakukan refleksi atau berani meminta umpan balik dan menilai diri secara objektif. Tiga hal itu menjadi prinsip dasar kemerdekaan yang diusung KGBN hingga saat ini.

KGBN adalah organisasi yang muncul karena keresahan para guru untuk terlibat aktif dalam perubahan pendidikan. Salah satu tujuannya adalah memperjuangkan kemerdekaan belajar guru.

Untuk mencapai kemerdekaan guru, KGBN mengusung tiga kata yakni menjadi guru belajar. Karena diharapkan semua guru mampu mendorong dirinya untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat menjadi orang yang terus belajar.

Baca juga
Dinkes DKI Siapkan Sekolah untuk Vaksinasi COVID Anak Usia 6-11 Tahun

Seperti yang diungkapkan Ketua KGBN Usman Djabbar kepada Inilah.com. “Menjadi guru belajar harapannya adalah tidak ada lagi teman-teman yang tidak belajar, belajar apa saja,” ungkapnya.

Misalkan saat berada di ruang kelas setidaknya bisa membuat kesepakatan belajar memanusiakan hubungan, belajar mendengarkan, belajar merefleksikan diri, belajar desain pembelajaran dan lain sebagainya.

Hal itu dapat dipelajari dengan sesama guru yakni menggunakan contoh nyata dari pengalaman yang berhasil ataupun gagal. Sehingga menjadi guru yang kompeten yakni mampu beradaptasi, siapa muridnya dimana konteksnya.

Usman menjelaskan, untuk mencapai kemerdekaan guru maka setiap guru harus memiliki keterampilan dan mengetahui tujuan utama menjadi guru.

“Kalau dia adalah guru mata pelajaran maka dia mesti ngerti dulu apa yang menjadi tujuan utama, kompetensi apa yang harus dibutuhkan. Karena banyak teman-teman yang hanya masuk kelas memulai mata pelajaran tanpa tau sesungguhnya tujuan mata pelajaran itu apa. Tanpa tau apa sesungguhnya yang mau dicapai oleh murid-murid,” jelasnya.

Baca juga
Insentif Guru Madrasah Non PNS Sebentar Lagi Cair

Keresahan-keresahan seperti itulah yang menjadi awal munculnya organisasi KGBN, sehingga bisa memberdayakan para guru terlibat dalam beragam kolaborasi. Tak hanya itu, KGBN juga memberikan dukungan kepada guru untuk mengembangkan karirnya.

Dimulai dari satu rumpun kecil yang diisi para guru yang resah dengan situasi terkini, terutama saat berada di ruang kelas bersama murid-murid sekitar tahun 2014-2015. Seiring perkembangan, dan jumlah guru juga semakin banyak, maka pada 2015 komunitas ini mengangkat tema tentang merdeka belajar.

Meski banyak dibahas seputar kebutuhan guru, namun kemerdekaan bagi guru dinilai sebagai kebutuhan utama yang harus dimiliki setiap guru.

Baca juga
Ada Penghapusan Guru Honorer, Pemda Diminta Optimalkan Pengajuan Formasi PPPK

Pada 2016-2019 komunitas ini semakin meluas di berbagai daerah, kabupaten/kota lengkap dengan kepengurusan hingga akhirnya disepakati Komunitas Guru Belajar Nusantara menjadi organisasi formal yang berbadan hukum.  

Dengan adanya KGBN ini diharap setiap guru bisa memerdekakan diri dengan cara berkolaborasi serta berbagi pengalaman mengenai masalah-masalah yang dihadapi guru di sekolah.

Info komunitas

Instagram : https://www.instagram.com/komunitasgurubelajar

Facebook :https://www.facebook.com/groups/KomunitasGuruBelajar

Web : https://blog.kampusgurucikal.com/

Tinggalkan Komentar