Kamis, 18 Agustus 2022
20 Muharram 1444

Khofifah Nilai Belum Ada yang Setara Gus Dur

Sabtu, 01 Jan 2022 - 04:06 WIB
Penulis : Ajat M Fajar
Khofifah Nilai Belum Ada Tokoh yang Setara Gus Dur

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menilai hingga belum ada yang setara bisa menggantikan sosok Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

“Semua pemikiran, cara bertindak dan bersikapnya dapat menjadi referensi dalam menyelesaikan berbagai persoalan bangsa,” ujarnya mengenang sosok Gus Dur di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Jumat (31/12/2021).

Pada 30 Desember 2009, atau 12 tahun lalu, Gus Dur yang merupakan Presiden Ke-4 RI tersebut wafat. Proses pemakaman Gus Dur pada 31 Desember 2009 di kompleks Pondok Pesantren Tebu Ireng, Kabupetan Jombang.

Khofifah mengajak masyarakat Indonesia untuk mengadopsi nilai-nilai keteladanan dan pemikiran warisan Gus Dur.

Menurut dia, semasa hidupnya Gus Dur senantiasa menggaungkan nilai-nilai kemanusiaan, pluralisme, inklusivitas dan toleransi.

Baca juga
Jatim Siap Jadi Pilot Project E-Perda , Khofifah: Agar Regulasi Pusat dan Daerah Sinkron

Nilai-nilai tersebut, kata Khofifah, akan terus relevan dengan situasi dan kondisi di Indonesia yang majemuk dengan keberagaman agama, suku, bangsa, budaya dan adat istiadat.

“Termasuk berbagai persoalan dan konflik akibat menguatnya politik identitas, radikalisme, dan berbagai dampak negatif di era disrupsi informasi,” ucapnya.

Khofifah yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU tersebut mengaku sangat mengagumi sosok Gus Dur dan juga nilai-nilai warisannya.

Khofifah Nilai Gus Dur Bukan Sekedar Presiden

Gus Dur, kata Khofifah, bukan sekadar Presiden, melainkan bapak kemanusiaan dunia.

Khofifah menyebut bahwa Gus Dur lebih suka mendapat sebutan sebagai sosok humanis daripada pluralis. Bahkan, almarhum sempat meninggalkan wasiat yang meminta agar batu nisannya tertulis “The HumanistDied Here”. Arti The HumanistDied Here adalah Di sini berbaring seorang humanis.

Baca juga
Usai Salat Id di Hambalang Prabowo Sambangi Jokowi dan Megawati

“Wasiat itu baru saya sampaikan saat Haul Ke-5, saat diminta memberikan sambutan testimoni di dekat makam beliau di Tebuireng,” tutur

Tinggalkan Komentar