Jumat, 20 Mei 2022
19 Syawal 1443

Kinerja 2021 Positif, Saham Antam Potensial Cepat Rebound

Gold Bars. - inilah.com
Foto: Istockphoto.com

Pemerhati pasar modal mengapresiasi kinerja positif emiten PT Aneka Tambang Tbk dengan kode saham ANTM yang ditorehkan selama 2021. Sahamnya pun potensial segera rebound alias bangkit menguat.

Antam mengumumkan, perusahaan mencatatkan pertumbuhan positif kinerja segmen nikel pada periode 2021 (unaudited). Hal ini seiring dengan pemulihan kondisi ekonomi global serta tumbuhnya tingkat permintaan nikel.

Untuk komoditas feronikel pada tahun 2021, anggota MIND ID (BUMN Holding Industri Pertambangan) ini mencatatkan produksi feronikel unaudited sebesar 25.818 ton nikel dalam feronikel (TNi). Ini relatif stabil jika dibandingkan tingkat produksi feronikel pada tahun 2020.

Direktur Utama Antam Nicolas D. Kanter mengatakan, kinerja penjualan produk feronikel Antam pada tahun 2021 tercatat solid dengan volume penjualan unaudited mencapai 25.992 TNi.

“Capaian kinerja produksi dan penjualan segmen nikel Antam yang solid pada tahun 2021, mencerminkan upaya kami untuk menjaga pertumbuhan kinerja perusahaan yang positif pada tahun 2021, seiring dengan tingkat pertumbuhan permintaan produk komoditas Antam yang positif,” kata Nico di Jakarta, Jumat (21/1/2022).

“Kami mengoptimalkan capaian kinerja produksi dan penjualan komoditas utama Perusahaan dengan menjaga biaya produksi tetap efisien.”

Baca juga
Gaet Premi Rp23 Triliun, Prudential Indonesia Bayar Klaim Rp16,6 Triliun pada 2021

Pada 2021, produksi bijih nikel unaudited Antam yang digunakan sebagai bahan baku pabrik feronikel Antam dan penjualan kepada pelanggan domestik, mencapai 11,01 juta wet metric ton (wmt). Jumlah tersebut meningkat 131% dibandingkan tingkat produksi tahun 2020 sebesar 4,76 juta wmt.

Capaian kinerja penjualan bijih nikel unaudited Antam di tahun 2021 mencapai 7,64 juta wmt, tumbuh 132% dari realisasi penjualan di tahun 2020 sebesar 3,30 juta wmt. Seiring dengan outlook pertumbuhan industri pengolahan nikel di dalam negeri, di tahun 2021 ANTAM fokus dalam pengembangan pasar domestik bijih nikel.

Dalam menghadapi tantangan volatilitas harga komoditas global, emiten yang berkode saham ANTM ini berfokus pada upaya penurunan biaya produksi serta implementasi kebijakan strategis terkait inisiatif efisiensi biaya yang tepat dan optimal.

Kinerja Antam Positif

Acuviarta Kartabi, pemerhati pasar modal dan Ketua Harian Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Bandung Koordinator Jawa Barat mengapresiasi kinerja fundamental Antam. Menurut dia, meskipun terjadi penurunan harga saham emiten belakangan ini, namun hal itu lebih banyak karena faktor eksternal, seperti kondisi pandemi Covid-19 varian Omicron yang besar pengaruhnya terhadap pasar global.

Baca juga
Foto: Harga Emas Antam Turun

Sementara dari aspek internal, termasuk kinerja perusahaan, masih terhitung positif sehingga menjadi faktor penunjang saham Antam bisa secepatnya rebound. “Secara kinerja masih sangat bagus. Sangat positif. Sahamnya masih sangat prospektif,” jelas dia.

Menurut Acuviarta, sebelum varian omicron muncul, sebenarnya harga komoditi tambang sedang booming sehingga mendongkrak harga saham emiten pertambangan. Situasi berubah setelah munculnya varian omicron sehingga memicu sentimen pasar global yang tidak menguntungkan.

Kondisi tersebut memang tidak bisa terelakkan. Sebab, permintaan pasar global yang selama ini jadi tujuan ekspor terpengaruh oleh faktor varian omicron ini.

Bisa Cepat Rebound

Hanya saja Acuviarta tetap optimistis saham Antam bisa secepatnya rebound. Sejumlah faktor menurutAcuviarta bisa menjadi pemicu rebound-nya harga saham Antam ini. Apalagi pada Kamis, 19 Januari 2022, saham Antam sudah naik 245 poin atau sekitar 12 persen.

“Berbagai faktor dan men-drive Rebound-nya saham (Antam). Salah satu-nya adalah kebijakan hilirisasi yang komoditas tambang yang sudah on the track,” ungkap Acuviarta.

Kebijakan hilirisasi dari pemerintah ini, akan menjadi nilai tambah bagi perusahaan tambang yang telah menerapkannya. Dengan kebijakan ini, produk olahan tambang tidak hanya untuk pasar ekspor, tetapi juga bisa memasok kebutuhan di dalam negeri yang terus meningkat.

Baca juga
Mahalnya Membangun Industri Baterai Kendaraan Listrik di Indonesia

Bagi sejumlah negara yang selama ini jadi pasar ekspor, produk tambang Indonesia tetap menjadi prioritas. Terutama sekali negara-negara yang tidak memiliki sumber daya tambang yang mumpuni sehingga harus mengimpor dari Indonesia.

“Kekayaan hasil tambang Indonesia cukup melimpah. Dengan upaya hilirisasi dan pemenuhan green industry yang jadi tuntutan global, saya rasa saham perusahaan tambang seperti Antam tetap memiliki prospek sangat bagus. Kalau-lah saat ini, melemah itu hanya semacam siklus saja. Sahamnya akan cepat rebound,” tegas Acuviarta.

Oleh karena itu, Acuviarta berkeyakinan saham Antam tetap menjadi primadona di bursa saham. Bagi investor sendiri, sebut Acuviarta, menyikapi wait and see kondisi saat ini. Investor menunggu sekali bagaimana upaya-upaya pemerintah dalam penanganan  pandemi Covid-19 varian omicron supaya tidak meluas.

Menurut Acuviarta, Antam telah menunjukkan kinerja positif dan tentu saja pemerintah tetap harus mendukung dengan kebijakan dalam penanganan pandemi Covid-19 varian omicron. Sebab, pandemi ini bisa berpengaruh sangat dominan terhadap naik turunnya harga saham di bursa saham.

Tinggalkan Komentar